Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Peringati Harlah NU, IPNU-IPPNU Jepara Gelar Dialog Interaktif

MURIANEES, Jepara – Peringatan Harlah Nahdlatul Ulama (NU) diperingati oleh para umat Nahdlizin dengan berbagai kegiatan. Tidak terkecuali oleh Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Desa Tegalsambi, Tahunan, Jepara . Untuk harlah NU Ke-97 tahun ini, mereka memilih menggelar kegaiatan dialog interaktif.

Ketua IPPNU Tegal Sambi Intan Khoiriyah menyatakan, dialog Interaktif yang digelar mengambil tema Peran Generasi Millenial dalam Mabadi’ Khaira Ummah. Tema ini dinilai sangat relevan dan tepat terkait dengan situasi dan kondisi sekarang ini. Dengan dialog ini diharapkan para muda IPNU dan IPPNU bisa mendapatkan gambaran untuk bisa menempatkan dirinya.

“Untuk tema tersebut kami mendatangkan nara sumber yang berkompeten, yakni bapak Zakariya Ansori. Beliau salah seorang tokoh muda NU yang berpengalaman dan berpengetahuan,” ujar Intan Khoiriyah, Rabu (11/3/2020).

Kegiatan ini juga mengambil momentum harlah NU ke-97 ini untuk sekaligus memperingati harlah IPNU ke-66 dan IPPNU ke-65. Sehingga para anggota bisa benar-benar menghayati kebesaran NU.

Selain itu kegiatan ini juga diharapkan bisa menjadi bagian dari usaha untuk melestarikan ajaran Islam ala Ahlissunnah Wal Jamaah. Tentunya  dengan pendekatan kekinian dan menggunakan bahasa millenial tanpa kehilangan spirit nahdliyyah.

Sementara itu,  Zakariya Anshori dalam kesempatan terpisah mengajak Pengurus Rabting  IPNU-IPPNU Tegalsambi untuk bersyukur dan mendoakan para muassis (pendiri NU). Dalam hal ini juga termasuk para tokoh pendiri NU lokal Tegalsambi.

Tanpa para ulama, kiai dan guru umat, mungkin tidak ada generasi nahdliyin seperti sekarang ini. Generasi yang bisabisa memahami ajaran Islam Aswaja maupun amaliyah nahdliyyah.

Kemudian diharapkan juga IPNU-IPPNU tetap melakukan kaderisasi dengan teknik dan pendekatan yang berbeda. Peran mereka sebagai generasi  millenial adalah merubah cara berpikir dan bersikap.

“Utamakan dialog, diskusi, klarifikasi dan tabayyun. Dengan membanjirnya informasi di medsos, anggota IPNU-IPPNU harus selektif dan hati-hati. Mana yang fakta mana yang hoax. Mana yang sesuai akidah kita, mana yang tidak, harus dipilih dan dipilah. Mesti disaring dulu baru kemudian dishare,” ujar Zakariya Ansori.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...