Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Viral Video Pelecehan Siswi SMA, Pengakuan Pelaku Bikin Geleng-Geleng Kepala

0 7.767

MURIANEWS, Sulawesi Utara – Kasus pelecehan seksual siswi SMK di Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara, ramai dibicarakan dan viral dengan video yang beredar. Polisi pun akhirnya memeriksa lima pelaku dalam video berdurasi 26 detik tersebut. Di depan petugas, pengakuan kelimanya malah mengejutkan dan bikin geleng-geleng kepala.

Kapolres Bolmong AKBP Indra Pramana mengatakan kelima pelaku adalah teman satu kelas korban. Awalnya pelaku merasa biasa saja, sebelum video yang dijadikan status melalui whatsApp belum tersebar. Namun, kondisi itu berubah setelah video tak pantas itu viral.

”Jadi awalnya salah satu pelaku berinisial N mengunggah video itu di story WA-nya kemudian tersebarlah dan viral,” katanya seperti dikutip tribunnews.com.

Dari situ, pihak kepolisian langsung melakukan penyelidikan. Beberapa saksi dan pihak sekolah pun sempat dimintai keterangan sebelum berlanjut kelima pelaku.

”Setelah pelaku ini kami periksa, mereka bilangnya hanya main-main saja,” terangnya.

Indra menyebutkan, kelima pelaku terdiri dari dua perempuan dan tiga laki-laki. Kelimanya memiliki peranan tersendiri dalam pembuatan video tersebut.

”Seorang siswi berinisal R(17) sebagai perekam video, siswa N (17) memegangi kaki korban, siswa P (16) memegang lengan kiri korban. Kemudian dua siswi, P (17) dan N (17) meraba bagian sensitif tubuh korban,” ungkapnya.

Sementara itu, pelaku N mengaku bahwa perbuatannya tersebut hanya iseng dan bercanda saja. Ia pun tak ada niatan untuk membuat teman sekelasnya dirundung pilu. Bahkan menjadi bahan gunjingan di media sosial.

”Kami hanya bercada saja,” katanya.

Ia menambahkan, persitiwa pelecehan tersebut terjadi pada tanggal 26 febuari 2020 saat jam istirahat. Hanya, video tersebut baru di-upload di story WhatsApp-nya pada senin (9/3/2020).

”Kami tak tau akan seperti ini dan kami menyesal,” katanya.

Selama pemeriksaan dilakukan, Jules menerangkan bahwa para pelaku dan juga korban mendapatkan pendampingan dari pihak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA).

Hingga saat ini, proses hukum masih berlanjut sehingga belum diketahui pasti motif dari para pelaku melakukan aksinya tersebut.

 

Penulis: Nicky Kholilatum Muyassaroh
Editor: Supriyadi
Sumber: Tribunnews.com

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.