Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Izin Penambangan Galian C yang Tewaskan Enam Orang di Grobogan Sudah Berakhir Januari

MURIANEWS, Grobogan – Izin penambangan galian C di Dusun Sobotuwo, Desa Kronggen, Kecamatan Brati ternyata sudah berakhir pada 19 Januari 2020. Hingga saat ini, pemilik izin yang merupakan warga setempat, sedang mengajukan proses perpanjangan izin usaha penambangan.

Aktivitas penambangan di lokasi itu sudah dilakukan sejak 2016. Izin penambangan diberikan pada kawasan seluas 8,2 hektare. Namun, hingga saat ini, kegiatan penambangan baru dilaksanakan pada kawasan sekitar dua hektare.

Kabid Minerba Dinas ESDM Provinsi Jateng Agus Sugiarto mengungkapkan, saat terjadinya musibah yang merenggut enam korban jiwa, memang sudah tidak ada aktivitas penambangan di lokasi kejadian karena izinnya sudah berakhir 19 Januari 2020 lalu.

Meski demikian, masih ada kewajiban yang harus dilakukan oleh pemilik tambang. Di antaranya adalah melaksanakan reklamasi pada bekas lokasi penambangan.

“Kewajiban reklamasi pascatambang ini harus dilakukan sebelum melakukan aktivitas penambangan lanjutan. Dan hal ini belum dilakukan oleh pemilik tambang yang ada di sini,” jelas Agus pada wartawan, saat mengecek lokasi tambang galian C tersebut, Selasa (10/3/2020).

Agus menegaskan, terkait kejadian yang memilukan itu, pihaknya akan melakukan evaluasi. Lokasi tambang akan ditutup sampai pemilik tambang melakukan reklamasi pascatambang dengan baik.

“Kita evaluasi. Aktivitas disana akan ditutup sampai pemilik tambang melakukan kewajiban reklamasi,” ujarnya.

Adanya peristiwa pada Senin kemarin, Agus menilai jika pemilik tambang telah melakukan kelalaian.

“Faktanya ada kelalaian yang dilakukan. Pengelola tambang tidak melaksanakan kaidah penambangan yang baik. Oleh sebab itu, pemilik tambang harus bertanggung jawab terkait kejadian kemarin,” tegas Agus.

Baca: Pak Kiai Meninggal Saat Selamatkan Santrinya yang Tenggelam di Galian C Grobogan

Ia menjelaskan, sesuai prosedur, pada pintu menuju lokasi penambangan harus ada papan peringatan bahwa mereka yang tidak berkepentingan dilarang masuk. Kemudian, dengan adanya kolam maka juga harus ada larangan tidak boleh dimasuki oleh siapapun.

“Tadi kita lihat tidak ada tanda atau papan peringatan. Ini merupakan pembiaran sehingga orang umum bisa masuk lokasi dan akhirnya terjadi peristiwa kemarin,” sambungnya.

Masih dikatakan Agus, sepekan sebelumnya, pihaknya baru saja memberikan pengarahan kepada sekitar 300 pemilik izin tambang agar melakukan pengelolaan sesuai kaidah yang sudah ditentukan. Pengarahan itu dilakukan setelah terjadi musibah di Sragen yang mengakibatkan dua orang meninggal dan di Kudus yang menyebabkan empat korban jiwa.

“Namun, sebagian di antaranya masih menyepelekan masalah ini,” imbuhnya.

 

Reporter: Dani Agus
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...