Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Ta’sis Masjid Menara Kudus Kembali Digelar, Ini Rangkaiannya

0 472

MURIANEWS, Kudus – Yayasan Masjid, Menara, dan Makam Sunan Kudus (YM3SK) akan kembali menggelar perayaan Ta’sis Masjidil al-Aqsha.

Ketua YM3SK KH Em Nadjib Hassan mengatakan, perayaan Ta’sis Masjid al-Aqsha hadir untuk meneguhkan kembali kearifan Menara Kudus untuk kedamaian multi etnis multi religi dengan wisdom masing-masing.

Warga akan berkumpul, menyatu dan membaur dalam Pasar Kuliner Jadul, Terbangan Kolosal, Pasamuan Ta’sis, Kirab Banyu Penguripan, Penanaman Pohon dan Muhibah International Menara Berselawat.

“Perayaan ini juga sebagai sosialisasi tentang prasasti, baik teks dan konteksnya, sebagai pelurusan sejarah pendirian masjid al-Aqsha dan “negeri” Kudus, yang hingga kini belum sama dengan Perda Hari Jadi Kudus,” ujarnya saat jumpa pers, Senin (9/3/2020) sore.

Ia mengatakan, tujuan lain adalah untuk menggali instrumen penggerak budaya berupa air dan makanan, termasuk situasi sosial-politik saat didirikannya “negeri” Kudus. Sebagai upaya refleksi, untuk senantiasa mempertahankan “negeri” Kudus tetap pada “khiththah”nya.

“Bukan saja sebagai satu-satunya daerah yang menggunakan nama dari bahasa Arab, tapi juga corak khas perilaku yang Gusjigang,” jelasnya.

Lanjutnya, Ta’sis (pendirian) Masjid al-Aqsha Menara Kudus mengacu pada prasasti di atas Mihrab yang berukuran 40×23 cm dengan tulisan berbentuk kursiv umum teratur mirip khath thuluth dengan titik-titik pada sejumlah huruf besarnya. Berdasarkan prasasti tersebut, Ta’sis Masjid al-Aqsha dilaksanakan pada hari Selasa Legi, 19 Rajab 956 H, bertepatan dengan 23 Agustus 1549 Tarikh Umum.

“Sayyid Ja’far Shadiq Sunan Kudus senyatanya sukses menancapkan ruh persaudaraan antaragama, antaretnis dan antarmanusia. Menara Kudus adalah saksi sejarah betapa perbedaan suku, agama, ras dan status sosial bukan untuk dibeda-bedakan, apalagi untuk dipertentangkan, tapi untuk dipertemukan dan di-tunggal ika-kan,” jelasnya.

Mereka mengembangkan dakwah di komunitas baru lengkap dengan tempat ibadah dan mata air sebagai media bersuci dan memberi berkah kehidupan. Air inilah yang di kemudian hari disebut Mbelik.

Kehadiran Mbelik ini telah menjadi bagian penting dalam ranah psikologis masyarakat, sehingga setiap punya gawe mereka selalu ingat leluhur dengan menyajikan selametan (sedekah) atau mengambil berkah air suci.

“Antara masyarakat dan leluhur tidak tercerabut oleh rentang waktu, melainkan tetap tetap menyatu dengan air dan selametan. Mbelik adalah manik-manik yang menyatu membentuk mata rantai dakwah yang santun dan menghargai dinamika loka,” jelasnya.

Sementara itu, pada rangkaian acara akan dibuka perayaan Ta’sis Masjid al-Aqsha dibuka secara resmi pada Selasa (10/3/2020) pukul 15.00 WIB di Panggung Utama Menara.

Kemudian juga ada, Pasar Kuliner Jadul akan dilangsungkan selama 4 hari, 15-19 Rajab 1441 H / 10-13 Maret 2020 TU pukul 09.00-22.00 di jalan Menara. Khataman al-Qur’an akan dilaksanakan sebanyak 19 kali khataman Putra dan 19 Kali Khataman Putri dan akan melibatkan seluruh pondok pesantren Tahfidh se-Kabupaten Kudus.

Acara ini akan dilaksanakan pada malam Rabu Legi, 16 Rajab 1441 H/10 Maret 2020 TU di Panggung Utama, Masjid dan Makam Sunan Kudus.

Setelah khataman, acara dilanjutkan dengan pembacaan Qasidah al-Barzanji dengan lagu khas Menara Kudus.

Ditambahkan Abdul Jalil yang juga sebagai panitia perayaan Ta’sis mengatakan, tidak hanya itu, Ikut berpartisipasi dalam perayaan Ta’sis, Terbangan Menara akan tampil secara kolosal 19 grup dalam satu panggung.

Dengan melantunkan lagu-lagu dalam kitab al-Barzanji, Terbangan Kolosal ini akan beraksi pada malam Kamis (17/3/2020) pukul 20.00 – 22.30 WIB.
Kirab Banyu Penguripan, masing-masing mbelik dan sendang mengirimkan 19 orang dan akan melakukan kirab dari Alun-Alun Simpang Tujuh Kudus dan berakhir di Masjid Menara Kudus.

Acara Perayaan Ta’sis Masjid al-Aqsha akan ditutup dengan Muhibah International Menara Bersholawat yang akan mendatangkan Grup Hadrah Ar-Ridlwan al-Marashli dari Mesir.

Grup Hadrah dari Timur Tengah ini bakal berkolaborasi dengan seniman Rebana Ahbabul Musthofa Kudus. Sebagai Muhibah International, akan dilantunkan shalawat dengan berbagai versi dari yang lokal sampai internasional. Acara ini akan dilaksanakan pada Malam Sabtu Wage, 19 Rajab 1441 H/13 Maret 2020 TU.

 

Reporter: Dian Utoro Aji
Editor: Ali Muntoha

Ucapan Idul Fitri 1441 H Banner Bawah PC

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.