Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Bupati Grobogan Minta Tenggelamnya Enam Santri dan Kiai di Galian C Diusut Tuntas

MURIANEWS, Grobogan – Bupati Grobogan Sri Sumarni meminta agar peristiwa meninggalnya enam orang di kolam bekas galian C yang berada di Dusun Sobotuwo, Desa Kronggen, Kecamatan Brati, Grobogan diusut tuntas. Hal itu disampaikan Sri saat meninjau lokasi kejadian bersama sejumlah pejabat terkait, Senin (9/3/2020).

Enam korban meninggal itu terdiri dari lima santri putri dan satu orang kiai. Mereka berasal dari Pondok Pesantren Putri Al-Lathifiyyah Dusun Sobotuwo.

“Terus terang, saya merasa sedih dengan adanya kejadian ini. Seperti kita ketahui, dalam peristiwa ini ada enam orang yang jadi korban. Saya minta masalah ini agar diusut tuntas dan jangan sampai terulang lagi,” katanya.

Sri menegaskan, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Pemprov Jateng terkait adanya aktivitas penambangan galian C yang pernah dilakukan di lokasi tersebut. Hal itu perlu dilakukan karena kewenangan izin penambangan ada di pemprov.

“Lokasinya ini ternyata cukup luas. Nanti perlu dicek dulu. Lokasi galian C di sini ada izinnya apa tidak,” ujarnya.

Sri juga meminta agar pengelola lokasi galian C untuk ikut bertanggungjawab. Termasuk di dalamnya adalah memberikan santunan pada keluarga korban.

“Pihak pengelolanya harus tanggungjawab juga dengan adanya kejadian ini. Kalau dari pemkab nanti juga akan memberikan santunan,” terangnya.

Bupati Grobogan Sri Sumarni mengunjungi Puskesmas Brati, tempat dirawatnya korban tenggelam galian C. (MURIANEWS/Dani Agus)

Sebelum berkunjung ke lokasi kejadian, Sri Sumarni sempat mengunjungi di Puskesmas Brati. Di tempat ini, ia sempat menengok korban selamat dan menyampaikan ungkapan duka cita pada keluarga korban yang meninggal.

Diberitakan sebelumnya, enam orang tewas tenggelam di kolam bekas galian C yang berada di Dusun Sobotuwo, Desa Kronggen, Kecamatan Brati terjadi sekitar pukul 10.00 WIB, Senin (9/3/2020).

Sebelum kejadian, sejumlah santriwati Ponpes Putri Al-Lathifiyyah Dusun Sobotuwo sedang melangsungkan kerja bakti di lingkungan gedung madrasah baru.

Usai kerja bakti, para santriwati bermaksud untuk cuci tangan dan kaki di kolam bekas galian C. Lokasi kolam ini berada sekitar 20 meter di seberang gedung madrasah baru, tempat dilaksanakannya kerja bakti.

Para santriwati berjalan kaki menuju ke lokasi kolam. Sekitar lima orang di antarnya berjalan sambil bergandengan tangan.

Baca juga:

Ketika sampai di pinggiran, salah satu satriwati terpeleset dan tercebur kolam yang berisi air dengan kedalaman sekitar dua meter itu. Kejadian ini menyebabkan empat satriwati lainnya yang tadinya bergandengan tangan ikut tercebur kolam dan akhirnya tenggelam karena tidak bisa berenang.

Melihat kejadian ini, beberapa teman korban ada yang berinisiatif menolong sambil berteriak minta tolong. Tidak lama kemudian, pengasuh ponpes KH Wahyudi datang ke lokasi untuk menolong namun akhirnya ikut tenggelam.

Puluhan warga sekitar yang datang ke lokasi kejadian hanya bisa menyelamatkan dua orang santriwati. Sementara lima santriwati lainnya serta pengasuh ponpes baru bisa ditemukan beberapa saat berikutnya dalam kondisi meninggal dunia.

 

Reporter: Dani Agus
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...