Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Pak Kiai Meninggal Saat Selamatkan Santrinya yang Tenggelam di Galian C Grobogan

MURIANEWS, Grobogan – Enam orang tewas setelah tenggelam di kolam bekas galian C yang berada di Dusun Sobotuwo, Desa Kronggen, Kecamatan Brati, Grobogan sekitar pukul 10.00 WIB, Senin (9/3/2020).

Berdasarkan keterangan di lokasi, sebelum kejadian, sejumlah santriwati Ponpes Al-Lathifiyyah Dusun Sobotuwo itu sedang melangsungkan kerja bakti di lingkungan gedung madrasah baru.

Usai kerja bakti, para santriwati bermaksud untuk cuci tangan dan kaki di kolam bekas galian C. Lokasi kolam ini berada sekitar 20 meter di seberang gedung madrasah baru, tempat dilaksanakannya kerja bakti.

Para santriwati berjalan kaki menuju ke lokasi kolam. Sekitar lima orang di antaranya berjalan sambil bergandengan tangan.

Ketika sampai di pinggiran, salah satu satriwati terpeleset dan tercebur kolam yang berisi air dengan kedalaman sekitar dua meter itu.

Kejadian ini menyebabkan empat satriwati lainnya yang tadinya bergandengan tangan ikut tercebur kolam dan akhirnya tenggelam karena tidak bisa berenang.

Melihat kejadian ini, beberapa teman korban ada yang berinisiatif menolong sambil berteriak minta tolong.

Tidak lama kemudian, Pengasuh Ponpes KH Wahyudi datang ke lokasi untuk menolong. Namun nahas, Pak Kiai justru ikut tenggelam, dan nyawanya tak terselamatkan.

Puluhan warga sekitar yang datang ke lokasi kejadian hanya bisa menyelamatkan dua orang santriwati. Sementara lima santriwati lainnya serta pengasuh ponpes baru bisa ditemukan beberapa saat berikutnya dalam kondisi meninggal dunia.

Baca juga:

Identitas santriwati yang menjadi korban adalah Shofa Lu’lu’ul Maknun (17), warga Desa Temon, Kecamatan Brati. Kemudian, Susi Susanti (18), warga Desa Getasrejo, Kecamatan Grobogan; Nazila (13), warga Desa Tarub, Kecamatan Tawangharjo.

Nama korban berikutnya adalah Lina (17), warga Desa Katekan, Kecamatan Brati, dan Istiroqin (13), warga Kelurahan Kuripan, Kecamatan Purwodadi.

Kapolsek Brati AKP Asep Priyana menyatakan, pihaknya belum bisa memberikan keterangan lebih jauh terkait kejadian itu karena masih perlu meminta keterangan dari sejumlah pihak serta melakukan penyelidikan.

“Kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kejadian ini. Mengenai korban meninggal, semuanya sudah kami serahkan pada keluarganya masing-masing,” imbuhnya.

 

Reporter: Dani Agus
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...