Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Angka Kesembuhan Corona Diklaim Tinggi, TB Paru Lebih Bahaya

MURIANEWS, Kudus – Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Loekmono Hadi Kudus, dokter Aziz Achyar menyebut jika virus corona sebenarnya bukan virus yang mematikan, asal menerapkan pola hidup yang sehat.

Penyakit yang mewabah dari Wuhan, Tiongkok tersebut pun dikatakan masih jauh lebih mudah penanganannya dibanding virus lainnya yang sempat mewabah. Yakni virus H5n1 atau Flu Burung,  H1n1 atau Flu Babi dan Tubercolosis atau TB Paru

“Virus corona ini angka kematiannya sangat rendah sekali,” katanya Jumat (6/3/2020).

Virus corona juga dikatakan Aziz memiliki tingkat kesembuhan yang sangat tinggi. Yakni di kisaran 98 persen.

Sebaga pembanding, Aziz mencontohkan dalam kasus TB Paru, angka kematiannya jauh lebih tinggi daripada virus corona. “Yakni sebelas orang dalam satu jam, “ ujarnya.

Oleh karena itu pihaknya meminta agar masyarakat tidak panik secara berlebihan. Penanganan warga yang kini tengah menjalani isolasi di ruang isolasi RSUD Kudus juga telah dimaksimalkan dengan baik.

Aziz bahkan mengatakan jika kasus tersebut belum termasuk kasus virus corona. Hanya saja, pihaknya memang sengaja melakukan pengawasan, karena pasien memiliki riwayat perjalanan dari negara terjangkit wabah, yakni Korea Selatan.

“Oleh karena itulah kami tetap mengambil sampel swep dari tenggorokan pasien untuk diuji di Puslitbang di Jakarta,” katanya.

Baca: Kondisi Warga Kudus yang Dirawat di Ruang Isolasi Berangsur Membaik

Aziz, juga memastikan jika kondisi pasien yang tengah dirawat di ruang isolasi RSUD Kudus berangsur membaik. Gejala-gejala awal yang diduga merupakan gejala virus corona juga mulai berkurang. Aziz juga mengatakan gejalanya kini lebih mirip pneumonia biasa. “Pasien kini mulai membaik,” ucapnya.

Walau demikian pihakya masih menunggu hasil uji sampel swep yang diambil dari tenggorokan pasien.  Pasien, juga tetap akan berada di ruang isolasi selama uji sampel swepnya belum keluar. “Kami masih menunggu hasil lab lima hari kedepan,” terangnya.

Sebelumnya, seorang pasien warga Kudus harus mendapat perawatan dengan prosedur penanganan virus corona, usai memeriksakan dirinya di Rumah Sakit Dokter Loekmono Hadi, Rabu (4/3/2020) siang Dengan gejala batuk, pilek, dan demam. Hasil rontgen juga memperlihatkan jika pasien mengalami peradangan paru.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...