Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Produk Olahan Jahe di Kudus Laris Manis Berkat Virus Corona

MURIANEWS, Kudus – Jahe merah menjadi salah satu rempah-rempah yang paling diburu sejak virus corona beredar. Di Kudus, bahkan produk olahan jahe juga laris manis diserbu pembeli.

Salah satu penjual olahan jahe yang mulai diserbu pelanggan adalah Khosiatun ‎(38), pelaku UMKM Gemah Ripah Kudus. Dia, mengakui jika omzetnya mulai naik sejak kabar virus corona masuk Indonesia.

Permintaan juga terus meningkat seiring beredarnya kabar satu orang warga Kudus yang memiliki gejala mirip corona yang kini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kudus. “Sudah sepekan ini permintaan olahan jahe naik terus,” ucapnya, Kamis (5/3/2020).

Produksinya pun naik hingga dua kali lipat. Khosiatun mengatakan, pada hari normal dirinya hanya memproduksi sekitar dua kilogram jahe per hari.

Jumlah tersebut menghasilkan sekitar sepuluh bungkus minuman serbuk jahe. Sehingga dia bisa menjual sedikitnya 40 bungkus minuman serbuk jahe per hari.

Sedang beberapa pekan belakangan, pihaknya harus mengolah jahe empat hingga lima kilogram untuk memenuhi permintaan hariannya.

“Sudah sepekan ini permintaannya naik, jadi sekarang saya buatnya sampai empat kilogram setiap hari,” ujarnya.

Untuk harga, Khosiatun mematoknya dengan harga Rp 25 ribu per bungkusnya. Harga tersebut, katanya, tidak dinaikkan dari harga semula. Bahan bahan bakunya juga didapatkan dari petani dekat rumahnya.

“Satu bungkusnya saya jual Rp 25 ribu, biasanya saya antar langsung ke rumah,”  terangnya.

Baca: Begini Penjelasan Dokter Soal Jahe Merah Bisa Tangkal Virus Corona

Sementara salah satu pedagang yang menyediakan jahe merah di Pasar Kliwon, Warno mengatakan jika permintaan jahe merah tiap harinya cenderung meningkat. Peningkatannya, dikatakan sudah dimulai sejak beberapa pekan lalu.

Akibatnya, jahe merah pun sedikit mengalami kelangkaan. Harganya di pasaran kini naik menjadi Rp 70 ribu per kilogram, dari harga awal sekitar Rp 60 ribu per kilogram. “Sudah naik sejak sebulan lalu memang, untuk saat ini stok memang menipis,” ucapnya.

Sementara untuk jahe biasa dan jahe jari masih dipatok dengan harga kisaran Rp 45 ribu. Komoditas tersebut, diambilnya dari Kecamatan Dawe, Kudus. “Sedang untuk jahe merah tadi dari Ambarawa,” terangnya.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...