Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Begini Kronologi Lengkap Penangkapan Pembunuh Sopir Grab Kudus

MURIANEWS, Jepara – Proses penangkapan pelaku pembunuhan Tri Ardiyanto (40) warga Gondangmanis, Bae, Kudus, dilakukan dalam waktu kurang dari tiga pekan. Sejak mayat korban ditemukan warga Welahan, pada Kamis (6/2/2020), jajaran Satreskrim Polres Jepara bekerja keras untuk mengungkap kasus ini. Lantas bagaimana kronologi penangkapannya?

Kasatreskrim Polres Jepara, AKP Yusi Andi Sukmana menyatakan, petugas yang terlibat dalam penanganan kasus ini jumlahnya mencapai puluhan orang. Selain dari Polres Jepara, pengungkapan kasus ini juga melibatkan petugas dari Polres Kudus, Polda DIY dan Polda Jawa Tengah.

Menurut AKP Yusi Andi Sukmana, awalnya pihaknya sempat mengalami kesulitan dalam usaha mengungkap kasus ini. Setelah meminta keterangan dari sejumlah saksi, akhirnya pihaknya mulai mendapatkan informasi-informasi awal menuju arah pelaku.

Pelacakan mobil yang akhirnya berhasil mendapatkannya di Magelang menjadi langkah besar bagi pihaknya untuk mendekat pada pelaku. Dari penemuan mobil di Magelang, pihaknya mendapatkan tiga saksi yang kemudian memberikan informasi sangat penting untuk mengungkap siapa pelaku pembunuhan.

”Mobil kami temukan di Magelang. Kemudian dari sana kami dapatkan beberapa saksi-saksi. Dari mereka kemudian kami peroleh informasi mengenai keberadaan pelaku. Meski harus sampai tiga minggu, akhirnya berhasil kami tangkap pelakunya,” ujar AKP Yusi Andi Sukmana, Rabu (4/3/2020).

Pembunuh sopir Grab Kudus jalan terseok-seok setelah dihadiahi timah panas saat penangkapan. (MURIANEWS/Budi Erje)

Mobil korban, sebelumnya sempat dibawa pelaku ke salah seorang tukang stiker cutting di Magelang. Tukang cutting stiker tersebut bernama Darmawan, warga Magelang, yang juga dimintai keterangan dalam kasus ini. Darmawan merupakan salah satu saksi yang dimintai keterangannya oleh penyidik Polres Jepara.

Pada awalnya Darmawan disebutkan juga sempat curiga saat menerima order untuk menutup mobil dengan stiker warna hitam. Kecurigaan itu sempat ditanyakan pada pelaku, apalagi ada bau anyir dari dalam mobil yang dikerjakannya. Saat itu pelaku mengaku bahwa mobilnya memang baru saja digunakan untuk mengangkut daging bebek.

”Sebelumnya memang ada banyak darah manusia, mungkin meskipun sudah dibersihkan baunya masih belum hilang. Meski menaruh curiga, Darmawan akhirnya tetap menyelesaikan order yang diberikan kepadanya ini,” tambah AKP Yusi Andi Sukmana.

Baca Juga:

Darmawan sendiri pada akhirnya malah belum dibayar atas pemasangan cutting stiker yang dilakukan pada mobil Honda Jazz tersebut. Pelaku menjanjikan biaya cutting stiker sebesar Rp 4,7 juta untuk mengubah warna mobil menjadi hitam, akan segera dibayar. Namun sempat dibayar, pelaku sudah tertangkap polisi.

Pelaku DS sendiri, menurut AKP Yusi Andi Sukmana ditangkap di sebuah Pondok Rehabilitasi Sosial (Penampungan Anak-Anak Nakal dan Terlantar) yang ada di Yogyakarta. Petugas Tim Gabungan yang sudah mengendus keberadaannya perlu waktu beberapa hari untuk memastikan keberadaannya.

”Jadi setelah kami pastikan pelaku ada disana (pondok-red), kami kemudian berkoordinasi dengan pihak terkait termasuk pengelolanya. Pelaku sempat mengetahui bahwa dirinya akan disergap, dan mencoba meloloskan diri. Dia minta ijin keluar pondok dengan alasan mau beli gula pasir. Anggota Tim Gabungan kemudian menangkapnya,” tandas AKP Yusi Andi Sukmana.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...