Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Bocah di Kudus Korban Penganiayaan Ayah Tiri Didampingi Komnas Perlindungan Anak

0 324

MURIANEWS, Kudus – Seorang bocah yang masih duduk di bangku sekolah dasar (SD) di Kecamatan Jati menjadi korban penganiayaan oleh ayah tirinya. Kasus ini pun mendapat perhatian serius dari Komnas Perlindungan Anak (PA) Kabupaten Kudus.

Komnas PA itu pun langsung memberikan pendampingan, terutama untuk pemulihan trauma. Ketua Komnas PA Kudus Mohammad Sof’an mengungkapkan, pihaknya telah mengunjungi korban dan melakukan dialog.

Dalam kesempatan itu, pihaknya memberikan semangat terhadap korban, agar tetap sekolah dan bahkan bisa berlanjut ke tingkat yang lebih tinggi.

“Sebab kekerasan terhadap anak yang dilakukan oleh keluarga dekatnya selain akan menimbul cederda fisik dan juga cedera psikis yang mendalam dan perlu waktu lama untuk memulihkan,” ujarnya, Rabu (4/3/2020).

Ia mengatakan, luka-luka yang diderita bocah itu memang sudah sembuh. Akan tetapi menurutnya, dampak psikis yang diderita akibat penganiayaan itu masih belum hilang.

Meskipun demikian, ia menyebut perkembangan psikologis korban terbilang baik. “Alhamdulillah perkembangan korban ini sudah membaik,” ungkapnya.

Baca: Di Kudus Ada Ayah Tega Siksa Anak Tirinya, Polisi Siapkan Dua Pasal

Komnas Perlindungan Anak juga meminta proses hukum harus tetap berjalan sesuai dengan regulasi. Ini diharapkan nantinya dapat memberikan efek jera bagi tersangka.

Untuk itu, ia mengimbau kepada seluruh orang tua agar harus mendidik anaknya dengan baik, tanpa menggunakan kekerasan.

Sebelumnya diberitakan, polisi telah menangkap NV (40) warga Kecamatan Jati, Kudus, karena melakukan penganiayaan terhadap anak tirinya. Polisi juga menjadwalkan untuk melakukan pemeriksaan kejiwaan terhadap ayah tiri ini.

Kasat Reskrim Polres Kudus AKP Rismanto mengatakan, aksi kekerasan itu sudah berlangsung sejak sebulan yang lalu. Tepatnya setelah sang anak keluar dari pondok pesantren. “Karena mulai saat itu korban tinggal bersama di kontrakan, kami akan dalami,” terangnya.

 

Reporter: Dian Utoro Aji
Editor: Ali Muntoha

Ucapan Idul Fitri 1441 H Banner Bawah PC

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.