Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Sempat Dirujuk ke Kariadi, TKA asal Jepang di Jepara Negatif Corona

MURIANEWS, Jepara – Seorang Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Jepang yang bekerja di salah satu perusahaan di Jepara, dikabarkan sempat diduga mengidap corona. Pekerja ini sebelumnya dibawa ke RSUD Kartini Jepara sebelum dirujuk ke RSUP Kariadi, Semarang.

Wakil Direktur RSUD Kartini, Muh Ali, mengatakan seorang tenaga kerja asal Jepang yang bekerja di Jepara memang sempat diduga mengidap virus corona. Namun, setelah menjalani pemeriksaan TKA tersebut negatif corona.

Sedangkan untuk kejadianya sudah berlangsung sekitar sepekan lalu. Karena memang RSUD Kartini bukan menjadi rumah sakit rujukan, akhirnya tenaga kerja asal Jepang tersebut dibawa ke Semarang.

“Iya memang benar. Sepekan lalu memang ada yang dirujuk ke Semarang, setelah sempat diobservasi di RSUD Kartini Jepara. Setelah ditangani di Semarang, hasilnya ternyata negative,” ujar Muh Ali, Selasa (3/3/2020).

Menurut Muh Ali, sebagai pusat rujukan di daerah, RSUD Kartini Jepara memang tidak ditunjuk sebagai rumah sakit rujukan untuk penyakit corona. Penunjukan sebagai rumah sakit rujukan khusus corona memang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan. Untuk Jepara ditetapkan ke RSUP Kariadi Semarang.

Meski tidak menjadi rumah sakit rujukan, RSUD Kartini Jepara tetap menyiapkan ruangan isolasi untuk pasien penyakit corona. Ruangan untuk isolasi pasien corona di RSUD Jepara disiapkan dengan tiga tempat tidur. Pasien yang diduga terjangkit akan dirawat di ruangan ini, sebelum dirujuk ke Semarang.

“Untuk Jepara, memang tidak ditunjuk sebagai rumah sakit rujukan. Jadi jika memang ada yang perlu dirujuk, maka bisa dirujuk ke Kudus atau ke Semarang. Selain Semarang, pemerintah memang menunjuk salah satu rumah sakit di Kudus untuk rujukan kasus corona,” kata Muh Ali.

“Kami (RSUD Kartini) tidak dijadikan rujukan karena dilihat dari geografis kan di pojok sendiri. Beda seperti Kudus dan Semarang yang di tengah-tengah. Jadi nanti (dari Jepara) bisa ke Semarang atau ke Kudus,” tambah Muh Ali.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara, Mundrikatun, meminta tidak perlu ada kepanikan di masyarakat. Pemerintah sudah menyiapkan program-program pencegahan terhadap penyebaran corona.

Pencegahan terhadap corona bisa dilakukan dengan membudayakan hidup sehat dan menjaga kemampuan imunitas tubuh. Mebiasakan diri untuk mencuci tangan dengan air mengalir dan tetap menjaga asupan gizi adalah cara terbaik mencegah tertular penyakit ini.

“Tidak perlu panik, terus memborong masker. Tidak perlu itu, apalagi sampai memborong bahan makanan dan obat. Kita perlu waspada bukan malah panik dan kuatir secara berlebihan,” ujar Mudrikatun.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...