Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Anggota DPRD Jepara Sayangkan Cara PDAM Tangani Pelanggan Nunggak

MURIANEWS, Jepara – Pemanggilan pelanggan penunggak rekening air PDAM Jepara oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Jepara, mendapatkan reaksi dari beberapa kalangan. Salah seorang anggota DPRD Jepara, bahkan menilai langkah yang dilakukan PDAM Jepara terlalu berlebihan.

Nurhidayat, anggota DPRD Jepara dari Partai Nasdem menyayangkan langkah PDAM mengambil kebijakan tersebut. Menurutnya, untuk mengatasi masalah itu mereka seharusnya bisa melakukan komunikasi secara kooperatif lebih dulu.

Ia menilai, sebagai pelanggan meskipun menunggak rekening, tetaplah harus dianggap sebagai mitra. Tidak bijak, jika akhirnya para pelanggan malah seperti disudutkan secara psikologis. Hal seperti ini dikuatirkan malah justru akan menimbulkan sikap antipasti dari masyarakat.

“Saya menyayangkan langkah PDAM yang mengambil kebijakan seperti itu. Seharusnya dilakukan komunikasi secara kooperatif dulu lah. Kalau seperti ini seakan-akan PDAM Arogan terhadap pelanggan. Padahal pelanggan itu merupakan Mitra bukan pihak yang harus disudutkan secara psikologis,” ujar Nurhidayat, Kamis (27/2/2020).

Nurhidayat juga mengingatkan, selama ini PDAM juga belum bisa memberikan pelayanan yang maksimal dan terbaik untuk masyarakat. Karena itu, ia sempat prihatin, PDAM mengambil sikap tersebut. Ia pun khawatir masalah ini bisa menjadi kekecewaan dari masyarakat Jepara.

Pihaknya berharap, masalah seperti ini tidak perlu dilakukan dengan penyelesaian seperti itu. Lebih baik PDAM Jepara menggunakan cara-cara lain yang lebih bijak dan tidak menimbulkan ketakutan masyarakat.

Sementara itu, Direktur PDAM Jepara Prabowo, sebelumnya menyatakan, pihaknya mengambil langkah tersebut karena beberapa alasan. Di antaranya adalah karena memang pihaknya sudah menjalin MoU dengan Kejari Jepara. Kemudian dalam hal ini, pihaknya juga menerapkannya hanya pada pelanggan yang bandel karena tunggakannya sudah sangat besar.

Pelanggan bandel yang menunggak sesuai prosedur juga sudah diberikan surat peringatan secara bertahap sampai tiga kali. Mereka yang jumlah tunggakannya besar, kemudian daftarnya disampaikan ke Kejari untuk ditangani. Mekanisme seperti inilah yang selama ini dilakukannya, dalam dua tahun terakhir.

“Untuk kasus terakhir ini, kami akan evaluasi, kalau memang tunggakannya hanya tidak sampai jutaan rupiah. Kebijakan ini memang kami ambil hanya untuk nilai tunggakan lebih dari lima juta rupiah,” ujar Prabowo.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...