Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Lestarikan Pegunungan Muria, Plt Bupati dan Dandim Jepara Tanam Pohon dan Lepas Ratusan Burung di Tempur

MURIANEWS, Jepara – Plt Bupati Jepara Dian Kristiandi didampingi Dandim 0719 Jepara melakukan penanaman pohon di lereng timur Desa Tempur, Keling, Jepara. Kegiatan ini dilaksanakan bersama warga dan komunitas Paguyuban Masyarakat Peduli Hutan (PMPH) Muria.

Selain melakukan penanaman pohon, Plt Bupati Jepara Dian Kristiandi juga melepas ratusan ekor burung dari berbagai jenis. Burung-burung yang dilepas diharapkan bisa lestari dan berkembang di alam terbuka hutan Gunung Muria.

Dian Kristiandi sendiri menyatakan, penanaman pohon ini dirasakan penting, karena ada sebagian wilayah Desa Tempur yang memerlukan penghijauan. Penanaman pohon diperlukan untuk memperbaiki ekosistem yang ada di wilayah tersebut.

“Jadi ada beberapa tempat di Tempur ini yang bisa dikatakan sebagai daerah rawan longsor. Pohon-pohonnya sudah tidak ada. Pengalaman di masa lalu pernah terjadi di Tempur, saat secara tiba-tiba terjadi banjir bandang yang menimbulkan kerugian cukup besar,” ujar Dian Kristiandi, Kamis (27/2/2020).

Sekitar 1000 batang dari berbagai jenis ditanam dalam kegiatan tersebut. Secara bertahap wilayah yang masih rawan longsor, di wilayah Tempur akan dihijaukan kembali. Sehingga kerawanan terhadap bencana bisa diminimalisir.

Plt Bupati Jepara Dian Kristiandi bersama Dandim Jepara dan Paguyuban Masyarakat Peduli Hutan (PMPH) Muria menanam pohon di Desa Tempur, Kamis (27/2/2020). (MURIANEWS/Budi Erje)

Sementara itu Petinggi Desa Tempur Mariyono menyatakan, kawasan yang ditanami oleh Plt Bupati Jepara, adalah Palu Ombo. Letaknya di sebelah Tenggara Desa Tempur. Kawasan ini memang merupakan kawasan rawan longsor setelah terjadi kerusakan pada vegetasinya.

Kawasan yang berada tepat dibawah Puncak Songo Likur, Gunung Muria ini, menurut Mariyono sempat mengalami kebakaran hebat. Kebakaran tersebut terjadi pada sekitar tahun 2016, dan mengakibatkan kawasan ini menjadi areal terbuka tanpa ada vegetasi yang ada diatasnya.

“Sejak kebakaran itu, kawasan Palu Ombo memang seperti botak. Kami sangat mendukung kegiatan ini. Kami berharap kawasan ini bisa kembali pulih seperti dulu, sehingga kami tidak was-was terjadi longsor atau banjir bandang,” ujar Mariyono.

Sebelumnya, banjir besar juga pernah terjadi di wilayah Tempur. Banjir ini tidak hanya membawa air bah, namun juga membawa material batu-batu besar karena di wilayah atas terjadi longsoran.

Saat kejadian itu, dua jembatan yang menjadi akses utama masyarakat Desa Tempur sempat terputus. Kejadian itu sempat membuat wilayah Tempur terisolasi dalam waktu cukup lama, menunggu perbaikan infra struktur yang dilakukan pemerintah.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...