Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Stok Gula Diklaim Masih Cukup, APTRI Desak Pemerintah Tak Impor

0 65

MURIANEWS, Kudus – Dewan Pimpinan Nasional Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) mendesak kepada pemerintah agar tidak melakukan impor gula. Pasalnya, pasokan gula hingga saat ini masih tercukupi.

Hal ini seperti yang diungkapkan oleh Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Nasional Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI), M Nur Khabsyin. Pria asal Kudus ini mengatakan, bahwa  pemerintah  tidak  perlu  melakukan  impor  karena  stok masih  cukup. Bahkan ada sisa  stok akhir  tahun.

Lebih rinci, Khabsyin mengatakan pada tahun 2019  stok gula ada sebanyak 1, 080 juta ton. Pada akhir tahun  2019  juga sudah ada  impor  GKP sebanyak 270 ribu ton untuk  memenuhi kebutuhan awal  tahun  2020.

“Jadi stok awal  tahun  2020  sebanyak 1,350 juta ton. Jadi untuk memenuhi kebutuhan bulan  Januari-Mei 2020  stok cukup.  Karena kebutuhan gula konsumsi per bulan rata rata 230 ribu ton secara nasional. Jadi 5 bulan kira-kira butuh  1,150 juta ton,” terangnya, Kamis (27/2/2020).

Tidak hanya itu, bahwa   harga  eceran  gula   Rp 14.000  –  15.000  /kg  di  pasar, menurutnya masig wajar. Karena kenaikannya  cuma  antara seribu hingga dua ribu rupiah.

“Jika  dibandingkan  dengan  bawang  putih   atau   daging   yang kenaikannya saja bisa di atas 30.000/kg,” jelasnya.

Ia mengatakan, bahwa sudah menjadi kebiasaan menjelang musim panen/ giling tebu  harga gula selalu dimainkan dengan tujuan supaya bisa impor. Bahwa  musim giling akan  dimulai pada bulan Maret /April untuk wilayah Sumatra dan untuk Jawa dimulai bulan Mei.

“Bulog pada musim  giling tahun 2019  tidak membeli  gula  petani  kok tiba-tiba  sekarang minta  jatah  impor untuk  stok dan  operasi pasar?. Kemana Bulog  saat petani membutuhkan untuk membeli gula dari petani.  Karena pada saat awal sampai puncak musim giling 2019 gula tani hanya  laku 10.000 – 10.500/kg,” tegasnya.

Ia juga menyayangkan rencana impor tersebut. Apalagi, usulan besaran impor  yang fantastif, yang mencapai 200 ribu ton.

 

Reporter: Dian Utoro Aji
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.