Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

GPEI Janji Jembatani Izin Ekspor untuk Pelaku UMKM di Pati

0 120

MURIANEWS, Pati – Ketua Umum DPP Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) Khairul Mahali meminta para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Kabupaten Pati untuk tidak khawatir terkait izin ekspor di pasar dagang Internasional. Pihaknya pun berjanji, akan menjembatani izin dan cara ekspor ke dunia luar supaya produk asal Pati mendunia.

Hal itu dikatakannya dalam acara penandatanganan MoU dan Kerjasama antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati dengan Direktorat Jendral (Dirjen) Pembinaan, Pelatihan dan Produktivitas (Binalattas) Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (Kemnaker RI), Rabu (26/2/2020).

”Pelaku UMKM Pati tidak perlu mikir proses perizinan ekspor. Tidak usah mikir caranya ekspor, nanti tim kami yang akan melakukan itu. Yang penting prodak harus ada dan layak diekspor,” katanya.

Ia menjelaskan, untuk melakukan ekspor, jumlah barang tidak perlu harus bayak. Yang terpenting, barang tersebut berkualitas dan menarik minat pasar Internasional. Karena itu, para pelaku UMKM diminta untuk membuat produk terbaiknya supaya bisa diekspor.

”Jumlah itu nomor dua. Jadi ndak perlu sampai satu hingga lima kontainer. Satu kilogram pun bisa diekspor. Yang penting produknya selalu ada dan kualitas harus terjaga,” tegasnya.

Dia menegaskan, jika kualitas produk terjaga dan pasar yang ada sudah terbuka, pihaknya pun mengaku siap untuk memberikan modal usaha kepada para pelaku UMKM di Pati. Bahkan, untuk pinjaman modal tidak perlu ada jaminan.

“Kami sudah melakukan itu. Dan kami yakin, UMKM Pati jiga bisa go internasional,” tegasnya.

Lebih lanjut, dalam proses pemasarannya pun, GPEI akan turut membantu. Apalagi pihaknya sudah melakulan kerjasama dengen kementerian luar negeri terkait ekspor berbagai produk indonesia.

Dia juga menilai ada banyak produk asal Pati yang bisa diekpor. Hanya, tinggal kemauan dari pelaku UMKM. Karena itu, ia menilai, perlu ada pelatihan-pelatihan kepada pelaku UMKM agar produknya bisa di ekapor.

“Mari kita keberjasama dan sama-sama bekerja. Bekerjasama saja tidak akan bisa kalau tidak sama-sama bekerja. Tentunya kami ingin produk Pati ini lebih baik dan mampu menembus pasar infernasional,” tandasnya.

 

Reporter: Cholis Anwar
Editor: Supriyadi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.