Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Turun ke Pemukiman Penduduk, Macan Tutul Muria Terkam Kambing Warga Damar Wulan

MURIANEWS, Jepara – Masyarakat Desa Damarwulan, Keling, Jepara digegerkan dengan adanya Macan Tutul yang menerkam hewan ternak. Kejadian menghebohkan ini tepatnya terjadi di Dukuh Medono, Damarwulan, Jepara, Rabu (19/2/2020) dan masih terus mendapatkan perhatian dari mayarakat sekitar.

Kapolsek Keling AKP Dafid saat dihubungi membenarkan kejadian ini. Pihaknya memang mendapatkan laporan dari Ronzi, warga RT 4 RW 4 Dukuh Medono, Damarwulan. Ronzi yang merupakan salah satu anggota Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) melaporkan kambing piaraannya diterkam macan tutul.

“Atas laporan tersebut kami langsung ke TKP. Di sana juga sudah ada beberapa pihak terkait yang juga diundang,” ujar AKP Dafid, Kamis (20/2/2020).

Berdasarkan data lapangan, lanjut AKP David, pemilik ternak dan istrinya melihat langsung kejadian ini. Seekor macan tutul berukuran cukup besar memangsa kambing piaraannya. Kejadian ini dilihat langsung di dalam kandang, setelah sebelumnya terdengar suara ribut hewan ternaknya. Hanya saja, macan tutul tersebut melarikan diri setelah mengetahui pemilik ternak datang.

Pascakejadian ini, beberapa pihak mulai dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), Perhutani, Forum Koordinasi Pelestari Pegunungan Muria (FKPPM) juga langsung turun ke lokasi. Selain meminta untuk tak takut jika ada kejadian serupa, para warga juga diberikan kiat-kiat yang harus dilakukan jika macan tutul tersebut kembali ke pemukiman penduduk.

“Pada dasarnya macan tutul memang masih ada di pegunungan muria. Daya jelajahnya mampu mencapai kawasan seluas 50 km persegi. Ada beberapa hal yang kemungkinan membuat macan tutul ini berani turun mencapai pemukiman warga,” tambah AKP Dafid.

Sesuai pernyataan pihak FKPPM yang secara intens melakukan penelitian di kawasan Pegunungan Muria, AKP Dafid menyatakan sebenarnya kawasan hutan Muria masih baik. Artinya untuk habitat macan tutul sebenarnya tidak ada masalah.

Hanya, macan tutul ini juga memiliki perasaan dendam jika disakiti. Dalam dialog yang digelar, terungkap sekitar 35 tahun sebelumnya, ada leluhur pak Ronzi yang pernah membunuh macan tutul. Sehingga kemungkinan besar macan tutul ini ada kaitannya saat membunuh kambing milik Ronzi.

“Jadi memang demikian yang terungkap dalam dialog kemarin. Macan tutul katanya lebih senang dengan unggas. Kalau kambing atau sapi biasanya dibunuh tapi tidak dimakan. Ini mungkin karena dendam,” tambahnya.

Kejadian macan tutul memangsa ternak warga di Damarwulan sendiri ternyata juga sudah beberapa kali terjadi. Ayam dan bebek, milik warga diketahui beberapa kali ada yang dimangsa.

Mengantisipasi kejadian terakhir, warga diminta untuk melakukan beberapa upaya. Di antaranya melakukan ronda atau menempatkan radio agar ada suara-suara manusia di sekitar kandang. Macan tutul diketahui juga takut terhadap manusia.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...