Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

30 Persen Tanah Wakaf di Jepara Belum Bersertifikat

MURIANEWS, Jepara – Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI) Jepara Sholih meminta para nazhir atau pengelola wakaf di Jepara untuk segera mengurus sertifikat tanah wakaf. Pasalnya, dari 300 hektare tanah wakaf yang terdaftar, masih ada 30 persen yang belum bersertifikat.

”Teman-teman Nazhir harus memiliki visi yang bagus untuk bisa benar-benar membuat tanah wakaf bisa menjadi bermanfaat dan produktif. Tentu saja, semua harus dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku soal wakaf ini. Termasuk bersertifikat,” ujar Sholih, Rabu (19/2/2020).

Apalagi, BWI sudah memberikan pembinaan kepada 100 nazhir di Kabupaten Jepara di Gedung Shima Jepara, Rabu (19/2/2020) kemarin. Pembinaan tersebut bahkan dihadiri langsung Kepala BWI Provinsi Jawa Tengah Abyani, Ketua Baznas Provinsi Jawa Tengah Zain Yusuf dan Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) di Jepara, juga hadir dalam kegiatan ini.

”Ayo segera kita urus, biar bisa 100 persen bersertifikat,” ajaknya.

Ia menambahkan, saat ini wakaf memang bisa juga berupa benda bergerak seperti kendaraan dan alat industri, termasuk uang. Berdasarkan Surat BWI No. 036/BWI/I/2020 tanggal 28 Januari 2020, BWI Jepara sudah direkomendasikan sebagai lembaga pengelola wakaf uang.

BWI Jepara sudah diberi kewenangan untuk menghimpun, mengelola, dan menyalurkan hasil pengelolaan wakaf uang sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. Tentu saja ini berlaku untuk wilayah Kabupaten Jepara.

”Itu artinya, perwakilan BWI Kabupaten Jepara secara resmi dapat berperan sebagai nazhir wakaf uang” tambah Sholih.

Pengelolaan wakaf yang baik, diharapkan bisa ikut membantu mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Wakaf yang dikelola harus bisa memberikan manfaat bagi banyak pihak. Sehingga harus dikelola dengan baik dan bertanggung jawab.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...