Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Madu Palsu Beredar di Rembang, Polisi Gelar Penyelidikan

MURIANEWS, Rembang – Warga di Kabupaten Rembang tengah diresahkan dengan peredaran madu yang diduga palsu. Menyikapi hal ini Polres Rembang pun langsung melakukan penyelidikan.

Tiga orang yang diduga sebagai penjual madu palsu. Mereka diamankan di di wilayah Desa Sawahan Kecamatan Rembang Kota. Beberapa botol madu yang diduga palsu juga disita untuk dilakukan pemeriksaan.

Kapolres Rembang AKBP Dolly Arimaxionari Primanto melalui Kasat Reskrim AKP Bambang Sugito membenarkan hal ini. Namun menurutnya, ketiga orang tersebut belum ditahan karena masih dalam penyelidikan.

“Belum kita amankan, sementara masih diduga, masih tahap penyelidikan. Untuk barang-barang masih diinventarisasi di tempat tinggal para pelaku,” katanya, Selasa (18/2/2020).

Ia menyatakan, madu yang dijual tiga orang tersebut masih diperiksa kandungannya. Jika nantinya terbukti madu tersebut palsu atau oplosan, pihaknya akan langsung melakukan penindakan.

Selain itu, Polisi masih mendalami, asal muasal barang tersebut, apakah hasil produksi rumahan atau pabrikan. Namun Bambang menegaskan, proses penyelidikan sedang berjalan, dengan menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah.

Pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat agar lebih hati-hati saat membeli madu. Ia menyebut, ada beberapa cara yang bisa digunakan untuk membedakan madu itu asli atau tidak.

Cara mengenali madu asli, jika digosokkan dengan dua jari cenderung tidak lengket. Ketika digoyangkan botolnya, madu akan bergerak perlahan, karena tekstur sangat kental.

Selain itu, madu juga memiliki sifat tidak mudah larut apabila dituang ke dalam air. Dari segi rasa, madu asli rasanya tidak tertinggal di lidah. Dari segi warna, madu palsu tampak bersih, sedangkan madu asli bisa tampak keruh, karena mengandung pollen dan kadang-kadang bagian tubuh lebah.

 

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...