Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Sidang Kasus OTT Bupati Kudus

Mantan Staf Dinas PKPLH: Tamzil Tolak Uang Syukuran, Duit Rp 75 Juta Masih di Saya

0 2.136

MURIANEWS, Semarang – Mantan Staf Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (PKPLH) Muhammad Mulyanto alias Mbah Mul yang menjadi saksi persidangan kasus gratifikasi dan jual beli jabatan di Pemkab Kudus dengan terdakwa Bupati Tamzil mengakui jika uang syukuran dari tiga Aparatur Sipil Negara (ASN) milik Siti Rochimah, Kusnaeni, dan Apriliana sebesar Rp 75 juta, hingga kini masih dibawa.

Uang tersebut sebenarnya akan diberikan pada terdakwa Bupati Tamzil untuk kegiatan pengajian yang diselenggarakan Bupati Tamzil. Hanya, uang itu ditolak oleh Bupati Tamzil. Penolakan tersebut dilakukan saat ia memberikan uang di Pringgitan Pendapa Kabupaten.

Mbah Mul mengatakan, Tamzil tidak ingin melakukan KKN ataupun membebani ASN yang tengah promosi jabatan. Apalagi, tak ada perintah apapun untuk meminta sejumlah imbalan kepada mereka yang dilantik pada jabatan baru.

“Bapak menolak karena dia tidak memerintahkan adanya permintaan uang seperti ini. Saya bahkan dimarahi karena melakukan hal ini,” katanya dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Semarang, Senin (17/2/2020).

Baca Juga:

Ia menjelaskan, uang sebesar Rp 75 juta sendiri kini masih disimpan di rumahnya. Uang tersebut, rencananya akan dikembalikan langsung pada tiga penyumbang. Namun, pada saat itu, terjadi Operasi Tangkap Tangan (OTT) Bupati Tamzil, Staf khusus dan sejumlah ASN lainnya oleh KPK.

“Akhirnya masih saya bawa sampai sekarang, kami sudah bilang ke mereka (tiga ASN penyetor) akan dikembalikan,” terangnya.

Hanya saja, untuk uang syukuran pemberian milik Martono dan Kasmijan sebesar Rp 50 juta sudah terlebih dahulu diberikan kepada Agus Soeranto atau Agus Kroto. Pemberian tersebut dilakukan setelah Agus Ktoto meminta uang tersebut padanya.

“Dia bilang langsung saja ke saya, tidak usah ke bupati. Akhirnya saya berikan juga ke Pak Agus,” terangnya.

Sebelumnya, lima orang saksi pertama yang perdengarkan kesaksiannya mengaku jika memberikan uang syukuran pada Bupati Tamzil melalui mantan Staf Dinas PKPLH Muhammad Mulyanto. Uang syukuran tersebut, merupakan uang yang diminta Mbah Mul usai kelimamya dilantik di jabatan baru.

Lima orang ASN yang mengaku yakni Martono yang diangkat menjadi Kasi di dinas PTMSP, Kasmijan yang diangkat menjadi kasubag umum, Kusnaeni yang diangkat menjadi Sekdin Perinkop, Siti Rochimah yang dilantik menjadi Sekdin PUPR dan Apriliana yang dilantik menjadi Kabid di DPUPR.

Hanya, Khusnaeni dan Siti Rochimah membantah jika uang pemberiannya merupakan uang syukuran. Mereka menyebut uang tersebut merupakan uang sedekah untuk pengajian yang ada di Pendapa Kabupaten Kudus.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Supriyadi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.