Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Sidang Kasus OTT Bupati Kudus

Lima Saksi Ngaku Berikan Uang Syukuran Promosi Jabatan, Totalnya Rp 125 Juta

0 1.947

MURIANEWS, Semarang – Lima orang saksi pertama yang diperdengarkan kesaksiannya dalam sidang lanjutan gratifikasi dan jual beli jabatan di lingkup Pemkab Kudus mengaku jika memberikan uang syukuran kepada Bupati Kudus (nonaktif) HM Tamzil melalui mantan staf Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (PKPLH) Muhammad Mulyanto alias Mbah Mul. Uang syukuran tersebut merupakan uang yang diminta Mbah Mul usai kelimanya dilantik pada jabatan baru.

Lima orang ASN yang mengaku yakni Martono yang diangkat menjadi Kasi di dinas PTMSP, Kasmijan yang diangkat menjadi Kasubag Umum, Kusnaeni yang diangkat menjadi Sekdin Perinkop, Siti Rochimah yang dilantik menjadi Sekdin PUPR dan Apriliana yang dilantik menjadi Kabid di DPUPR.

Hanya, Khusnaeni dan Siti Rochimah membantah jika uang pemberiannya merupakan uang syukuran. Mereka menyebut uang tersebut merupakan uang sedekah untuk pengajian yang ada di Pendapa Kabupaten Kudus.

“Itu bukan untuk uang syukuran, tapi untuk sedekah anak yatim, karenanya saya mau,” ucap Siti Rochimah.

Namun, ia mengakui penyerahan unag tersebut melalui Mulyanto atau Mbah Mul yang memang sempat meminta Kusnaeni datang ke pengajian dan santunan anak yatim di Pendapa Kabupaten yang diselenggarakan Bupati Tamzil. Siti, menyebut diajak Kusnaeni untuk bersedekah di acara tersebut.

“Uang terkumpul sebesar Rp 75 juta pada Mbah Mul untuk diserahkan ke Bupati. Dari Kusnaeni Rp 20 juta, saya Rp 15 juta dan Bu Nana Rp 15 juta,” tambahnya.

Para saksi saat disumpah sebelum persidangan(MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)

Sementara Kusnaeni menambahkan jika uang tersebut sebenarnya sudah pernah diberikan pada Bupati Tamzil secara langsung oleh beberapa orang. Tapi saat itu penyerahannya ditolak oleh Tamzil. “Dua kali ditolak, akhirnya digunakan untuk sedekah pengajian anak yatim di pendapa” terangnya.

Sedang Apriliana, mengaku memang terpaksa memberikan uang patungan karena adanya beberapa rumor. Salah satunya adalah adanya kabar Plt Kadinasnya ditekan oleh Agus Soeranto untuk memberikan uang syukuran pelantikan.

Hanya, pihaknyanya tidak rela jika uang dilewatkan pada Agus Kroto. Melainkan langsung pada Bupati Tamzil. “Karena pak Tamzil menggelar pengajian yatim piatu, saya tidak masalah kalau soal itu, yang penting tidak ke pak Agus,” terangnya.

Sementara Martono dan Kasmijan menyerahkan masing-masing Rp 25 juta pada Mbah Mul. Nominal tersebut merupakan kesepakatan dari dua orang tersebut.

Sebelumnya, sebanyak 11 saksi dihadirkan dalam persidangan lanjutan terdakwa Bupati Kudus dalam kasus suap jual beli jabatan di lingkup Pemkab Kudus, hari inu. Sepuluh di antaranya merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) aktif di Pemekab Kudus.

Kesepuluh ASN tersebut yakni, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Joko susilo beserta Sekretaris Dinasnya Harjuno Widada. Kemudian Sekretari Dinas PUPR Siti Rochimah, Kabid Tata Bangunan Drainase Dinas PUPR Apriliana Hidayati.

Baca Juga: Sepuluh ASN Jadi  Saksi Tamzil Hari Ini

Kemudian ada Kabid pada Dinas Pendidikan Moch Zubaedi, Kasi PPK Dikdas Disdikpora Ani Siswati, Kasie Sarpas Disdikpora Supriyono. Kemudian nama lainnya yakni Martono, Kasmijan, dan M Khusnaeni.

Sedang satu saksi lagi, yakni Mbah Mul atau Mulyanto yang kerap disebut beberapa saksi pun turut dihadirkan dalam persidangan. Pendengaran keterangan saksi sendiri diperdengarkan secara dua sesi.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Supriyadi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.