Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Info Kampus

Mahasiswa KKN Undip Ajari Warga Kalianyar Jepara Sulap Daun Mangrove Jadi Keripik

0 65

MURIANEWS, Jepara – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip) mengajari ibu-ibu PKK Desa Kalianyar, Kecamatan Kedung, Jepara pembuatan keripik daun mangrove. Hal itersebut dilakukan untuk mendongkrak dan mempromosikan ekowisata yang ada di Desa Kalianyar yaitu Kampoeng Kali.

Muhammad Shalahudin Aulia, salah satu mahasiswa KKN Undip mengatakan, Desa Kalianyar saat ini memiliki potensi sumber daya alam yang tak terbatas dan sangat disayangkan apabila tidak dimanfaatkan secara maksimal.

Saat ini, Desa Kalianyar dikelilingi oleh tambak garam, ladang untuk bertani, dan hutan mangrove. Tambak garam dan ladang untuk bertani telah dimanfaatkan oleh masyarakat Desa Kalianyar, akan tetapi hutan mangrove hanya dimanfaatkan sebagai media serap air.

”Itu terjadi karena mereka tidak mengetahui apakah pohon mangrove tersebut dapat dimanfaatkan atau tidak. Dari situ, tercetus ide untuk memanfaatkan salah satu bagian dari pohon mangrove yaitu daunnya untuk dijadikan keripik daun mangrove sebagai camilan atau tambahan lauk saat makan,” katanya.

Akhirnya, Senin (3/2/2020) lalu, para mahasiswa KKN Undip Desa Kalianyar mencoba mengenalkan produk keripik daun mangrove tersebut kepada Kader PKK, petani, perangkat desa, dan masyarakat.

Produk keripik daun mangrove buatan mahasiswa KKN Undip Desa Kalianyar, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara. (MURIANEWS/KKN Undip)

Penentuan sasaran ini ditujukan supaya setelah diadakannya perkenalan dan pelatihan pembuatan keripik daun mangrove, masyarakat Desa Kalianyar dapat mengembangkan ide bisnis tersebut dan menjadi UMKM mandiri.

”Saat melaksanakan kegiatan, kami juga menjelaskan cara pembuatan keripik daun mangrove. Masyarakat ternyata antusai,” terangnya.

Ia menyebutkan, untuk pembuatan keripik daun mangrove terbilang sangatlah mudah akan tetapi diperlukan kesabaran untuk mengeringkan keripiknya. Untuk bahan-bahan pembuatannya terdiri dari daun mangrove, air, tepung kanji, tepung beras, lada, penyedap rasa, dan minyak goreng.

Langkah pertama adalah merendam daun mangrove dengan durasi kurang lebih selama delapan jam untuk menghilangkan zat tanin yang ada pada daun mangrove. Zat tanin merupakan zat yang menghasilkan rasa pahit pada daun. Setelah direndam selama delapan jam, pisahkan air dari wadah daun lalu daun mangrove tersebut dibagi dua.

”Selanjutnya adalah mencampurkan 400ml air dengan 250gram tepung beras dan 50gram tepung kanji lalu diaduk hingga tidak menggumpal. Setelahnya, ditambahkan penyedap rasa dan lada untuk sebagai rasa dasar yang ada pada tepung,” ungkapnya.

Daun mangrove yang telah terpotong kemudian dimasukan ke dalam wadah yang ada campuran adonan tepung. Lalu daun dan adonan tersebut diaduk. Setelahnya dapat digoreng dengan minyak panas sampai warna kuning keemasan.

”Setelah itu, kripik sudah bisa dimakan dan dipasarkan. Harga jualnya juga relatif tinggi. Di pasaran kripik mangrove bisa mencapai Rp 25 ribu sekilonya,” imbuhnya.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Supriyadi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.