Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

RSUD Kudus Diminta Gandeng Perguruan Tinggi Tangani Gedungnya yang Miring

0 113

MURIANEWS, Kudus – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kudus merekomendasikan pada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Loekmono Hadi Kudus untuk gandeng perguruan tinggi terkait miringnya Gedung Dahlia pada komplek RSUD.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DPUPR Kudus Joko Mukti mengatakan rekomendasi diberikan lantaran pihaknya kurang memiliki peralatan yang lengkap untuk mengkaji kemiringan gedung.

Hanya, menurut pengamatan secara visualnya, bangunan RSUD memang terjadi penurunan. Terutama pada dasar bangunan. Sedang pada struktur bangunan masih dalam keadaan cukup aman. “Penurunannya tidak bersamaan,” ucapnya, Jumat (14/2/2020).

Walau demikian, pihaknya tetap merekomendasikan bangunan tersebut dikaji oleh pihak yang berkompeten.

Sehingga bisa mengetahui apakah bangunan tersebut masih dalam keadaan layak atau tidak. Karena bersangkutan dengan keselamatan pasien. “Dengan begitu, hasilnya lebih bisa dipertanggungjawabkan,” terangnya.

Terkait dengan surat rekomendasinya, katanya, tengah dibuatkan draftnya untuk disampaikan kepada RSUD Loekmono Hadi Kudus.

Sementara itu, Direktur RSUD Loekmono Hadi Kudus Abdul Azis Achyar menyatakan masih menunggu hasil kajian dari Dinas PUPR Kudus terkait terkait kelayakan Ruang Dahlia.

Untuk sementara waktu, katanya, pasien kelas I yang sebelumnya berada di lantai II dan III ruang Dahlia dipindahkan ke ruang Edelweis. Total tempat tidur yang tersedia di ruang Dahlia di lantai I, II dan III mencapai 76 tempat tidur.

Diberitakan sebelumnya, Gedung Dahlia pada RSUD Loekmono Hadi, Kudus miring, karena diduga adanya tanah ambles.

Pasien pada lantai dua dan tiga pun dipindah kamarnya ke beberapa gedung lain. Guna menghindari hal-hal yang tak diinginkan terjadi.

Walau demikian, pihaknya memastikan jika lantai satu pada bangunan tersebut masih layak dan aman digunakan untuk ditinggali pasien. Karena beban pada lantai II dan III sudah berkurang.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.