Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Pungli PTSL di Alasdowo Pati yang Menyeret Kades Disidangkan

0 720

MURIANEWS, Pati – Kasus dugaan pungutan liar (Pungli) program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Desa Alasdowo, Kecamatan Dukuhseti, Pati yang menyeret kepala desa (Kades) setempat sudah masuk proses persidangan.

Bahkan kasus ini sudah dua kali menjalani persidangan. Dalam persidangan kedua, yakni pada Rabu (12/2/2020) kemarin, rencananya ada sembilan saksi yang diperiksa.

Namun, hakim hanya meminta keterangan dari dua saksi. Sementara saksi lainnya akan dilanjutkan pekan depan. “Sidang itu ditunda hingga pekan depan,” ujar Agung Iriawan, humas Pengadilan Negeri Pati, Kamis (13/2/2020).

Dikatakannya, dalam sidang tersebut tercatat ada tiga orang yang dijadikan terdakwa. Selain menyeret Mukhlisin, Kepala Desa Alasdowo nonaktif, ada juga dua orang lain yang turut terseret.

Yakni Subronto, seorang kepala sekolah dasar yang saat itu menjabat sebagai ketua panitia dan Muhammad Ghufron, perangkat desa yang juga menjadi bendahara dalam kepanitian PTSL.

“Dalam sidang kedua memang mengagendakan pemeriksaan saksi. Sementara pada sidang pertama telah dilakukan pembacaan dakwaan,” imbuhnya.

Baca: Polda Jebloskan Dua Pelaku Pungli PTSL di Alasdowo Pati ke Penjara

Diketahui, pada November 2019 lalu, Ditreskrimum Polda Jateng mengungkap kasus pungli PTSL di Desa Alasdowo. Awalnya hanya dua orang yang dijadikan tersangka. Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, ternyata Kades Alasdowo juga ikut terlibat. Sehingga ada tiga orang terdakwa.

Dalam kasus tersebut, para pelaku diduga menarik biaya hingga Rp 600 ribu bagi warga yang mengikuti progam PTSL di desanya tersebut. Total ada sekitar 1.300 warga yang mengikutinya. Padahal biaya yang harus dibayar pemohon diperkirakan hanya sekitar Rp 150 ribu.

Dari informasi yang dihimpun uang yang berhasil dikumpulkan dari warga mencapai Rp 507.500.000. Polisi pun menyebutkan telah mengamankan uang sebagai barang bukti hingga ratusan juta rupiah.

Para pelaku kini dijerat dengan pasal 372 dan 378 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang Penipuan dan Penggelapan.

 

Reporter: Cholis Anwar
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.