Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Ada Vandalisme Berisi Umpatan ke KONI di Stadion Wergu Wetan Kudus

MURIANEWS, Kudus – Usai penyelenggaraan seleksi tertutup pemilihan calon manajer Persiku Kudus, Selasa (11/2/2020) lalu, ditemukan sejumlah vandalisme berisi umpatan dan protes pada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kudus di Stadion Wergu Wetan Kudus.

Vandalisme tersebut, ditulis menggunakan cat semprot berwarna hitam dengan isian ujaran kebencian pada KONI Kudus, terkait penyelenggaraan seleksi tertutup itu.

Salah satunya bertuliskan ‘Persiku bukan milik KONI’ dan ‘Persiku bukan kendaraan politik’. Selain itu juga ditemukan beberapa tulisan dengan kata-kata kasar.

Ketua KONI Kudus Antoni Alfin menyebut jika pelaku vandalisme adalah oknum yang tidak bertanggung jawab. Anton menduga ada pihak yang ingin membenturkan KONI Kudus dengan suporter maupun pihak terkait lainnya.

“Itu oknum yang ingin membenturkan kami,” ucapnya ketika ditemui di Kantornya Kamis (13/3/2020) siang.

Tulisan vandalisme yang berada di pintu tribun utara. (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)

Pihaknya pun tak ambil pusing dengan coretan–coretan yang berada di luar Stadion Wergu Wetan maupun di depan kantornya. Sejumlah coretan di kantor KONI Kudus pun sudah diinstruksikan untuk ditutup dengan cat.

“Kami tidak ambil pusing, oknum tersebut juga tidak mengerti, KONI ini keseluruhan, KONI bukan hanya Kudus saja,” ujarnya.

Hal tersebut, kata Anton, dikarenakan isi vandalisme yang hanya menyebut nama KONI saja dalam isi vandalnya. “KONI itu bisa KONI mana saja, bisa pusat, bisa Jawa Tengah, beda jika itu menyebut KONI Kudus,” katanya.

Sehingga bisa saja yang menuntut  bukan KONI Kudus melainkan KONI lain. Untuk langkah KONI Kudus sendiri, ucapnya, akan berkoordinasi dengan semua pengurus terkait.

“Kalau saya pribadi ya sudahlah, tapi nanti yang lain kami tidak tahu,” terangnya.

Baca juga:

Sementara pengurus Stadion Wergu Wetan Kudus Subekhan mengatakan, jika pihaknya telah mengetahui tulisan tersebut sejak sehari yang lalu, usai penyelenggaraan seleksi tertutup manajer Persiku.

Hanya, kepastian kapannya vandalisme tersebut dibuat, Bekhan kurang mengetahui. “Selasa sore usai seleksi masih belum ada,” katanya.

Baru, saat akan masuk stadion dari pintu VVIP Barat pada Rabu pagi, Bekhan mendapati tulisan tersebut sudah ada di pintu. “Kemudian Rabu sore saya tutup karena tak pantas dibaca anak-anak,” terangnya.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...