Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Sensus Online Dimulai 15 Februari, Pemkab Kudus Siapkan Dukungan

0 72

MURIANEWS, Kudus – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus siap memberikan dukungan terhadap sensus penduduk tahun 2020. Sensus penduduk akan dimulai pada 15 Februari hingga 31 Maret 2020 secara online. Sedangkan wawancara dilakukan pada 1-31 Juli 2020.

Asiaten III Sekda Kudus Mas’ud mengatakan, sensus penduduk tahun 2020 ini langkah untuk memulai data strategis. Sensus ini juga sangat bermanfaat bagi pemerintah daerah. Karena dalam rangka pembangunan nasional hingga tingkat daerah.

“Pemkab mendukung penuh sensus penduduk tahun 2020 ini,” jelasnya saat membuka rapat koorindasi sensus penduduk 2020 di pendapa Kabupaten Kudus, Kamis (13/2/2020).

Ia mengatakan, pemkab mengajak seluruh jajaran aparatur sipil dan seluruh masyarakat di Kudus untuk menyukseskan sensus penduduk tahun 2020.

“Kami sangat apresiasi kepada Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kudus. Karena menggunakan metode online dan wawancara,” jelasnya.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Kudus Eko Hari Djatmiko mengatakan, berkaitan dengan sensus penduduk Dukcapil Kudus hanya menyediakan data kepada BPS. Yakni nomor induk penduduk (NIP).

Terkait dengan jumlah, penduduk di wilayah Kudus ada sebanyak 860 ribu orang. Itu berdasarkan data hingga bulan Desember 2019 kemarin.

Kepala BPS Kudus Ramhadi Agus Santoso mengungkapkan, hasil akhir dari sensus penduduk ini nantinya data kependudukan akan menjadi satu data. Pelaksanaan sensus penduduk ini, merupakan sensus ketujuh yang dilakukan di Indonesia.

Sensus penduduk ini dilakukan seluruh warga di Indonesia. Baik warga negara asing, ataupun warga negara Indonesia. Pelaksanaan sensus penduduk dilakukan dalam 10 tahun sekali. Data yang diberikan oleh masyarakat pun akan terjamin kerahasiannya.

Tujuan untuk sensus ini menyediakan data jumlah penduduk baik tingkat nasional sampai dengan RT RW. Sensus ini juga diharapkan dapat mengetahui jumlah penduduk menurut jenis kelamin, usia, dan seterusnya.

“Ini juga dapat mengetahui kepadatan penduduk di suatu wilayah. Mendapatkan karakteristik kependudukan Indonesia. Hingga menyediakan parameter demograsi dan imigrasi,” tandasnya.

 

Reporter: Dian Utoro Aji
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.