Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Info Kampus

Mahasiswa KKN Undip Ajari Ibu-Ibu di Sidorejo Batang Olah Bunga Melati Jadi Sabun

MURIANEWS, Batang – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip) menggelar pelatihan pembuatan sabun dengan ekstrak melati di Desa Sidorejo, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang. Pelatihan tersebut sebagai upaya peningkatan nilai jual dan potensi dari bunga melati yang ada di Desa Sidorejo.

Monica Yulfarida, salah satu mahasiswa KKN Undip mengatakan, Desa Sidorejo saat ini memang dikenal dengan perkebunan bunga melati. Di desa ini, perkebunan tersebar di tiga dusun. Sayangnya, hasil panen dari bunga melati (kuncup) hanya dijual langsung ke pengepul dengan harga Rp 5 ribu hingga – Rp 7 ribu.

”Oleh pengepul, bunga melati digunakan sebagai bahan baku pembuatan teh dan sebagai ronceng untuk pernikahan. Namun, bagian bunga melati yang sudah mekar tidak layak untuk ikut dijual dan dibuang,” katanya.

Dari ia mencoba mencari solusi. Ia pun akhirnya menemukan cara pemanfaatan bunga melati yang tidak lolos sortir tersebut menjadi ekstrak melati. Dengan adanya ektrak tersebut, bunga melati dapat digunakan dalam berbagai hal dan memiliki nilai jual yang lebih tinggi. Salah satu pemanfaatan ekstrak bunga melati tersebut adalah sebagai pewangi pada sabun.

”Peluang ini dapat dimanfaatkan dengan adanya pelatihan pembuatan sabun sebagai salah satu bentuk pemanfaatan limbah bunga melati itu” imbuhnya.

Salah satu produk sabun melati buatan mahasiswa KKN Undip Desa Sidorejo, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang. (MURIANEWS/Istimewa)

Akhirnya, ia mengenalkan sabun melati tersebut ke ibu – ibu PKK di desa setempat. Penentuan sasaran ini betujuan agar nantinya setelah adanya pelatihan pembuatan sabun, masyarakat di Desa Sidorejo dapat mengembangkan ide bisnis ini bahkan hingga terbentuk UMKM baru.

”Kami juga memberikan pelatihan pembuatan sabun secara langsung. Ternyata ini menarik perhatian peserta,” terangnya.

Ia menambahkan, untuk pembuatan sabun dengan ektrak melati ini juga tak begitu rumit. Untuk bahan-bahannya hanya terdiri dari soda abu (NaOH), air, dan minyak goreng.

Langkah pertama adalah dengan mencampur air sebanyak empat gram dengan dua gram NaOH. Selanjutnya, minyak goreng sebanyak sembilan gram dicampur dengan larutan NaOH dan dikocok sampai mengental. Saat proses mengocok hampir selesai, pewangi ektrak melati ditambahkan.

“Adonan kemudian di cetak dan ditunggu selama tiga jam untuk dapat digunakan sebagai sabun,” tandasnya.

Nur Khasanah, salah satu peserta pelatihan mengaku antusias dan senang dengan adanya pelatihan pembuatan sabun ini.

“Sangat menarik dan bermanfaat sekali dengan adanya pelatihan pembuatan sabun ini. Selain ilmu yang diberikan, pelatihan ini dapat menjadi langkah awal terbentuknya UMKM baru di Desa Sidorejo” tambah Ibu Nur Khasanah

 

Reporter: Dani Agus
Editor: Supriyadi