Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Bayar Gaji Guru Honorer K2 Setara UMK, Pemkab Jepara Butuh Rp 80 Miliar

MURIANEWS, Jepara – Disdikpora Kabupaten Jepara mengakui masih melakukan kajian untuk meningkatkan gaji para Guru Honorer K-2 di Kota Ukir. Apalagi, gaji para Guru Honorer K-2 sejauh ini belum mencapai Upah Minimum Kabupaten (UMK).

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Jepara Agus Tri Harjono mengatakan, Pemkab Jepara saat ini selalu memikirkan nasib Guru Honorer K-2. Idealnya, mereka memang layak mendapatkan gaji sesuai besaran UMK yang ada.

Namun sampai saat ini hal itu belum bisa dilaksanakan karena berbagai hal. Salah satunya adalah keterbatasan kemampuan APBD Kabupaten Jepara. Saat ini dengan mendasarakan pada Pergub, hitungannya menggunakan per jam mengajar dan masa pengabdian dari masing-masing pegawai honorer K-2.

“Sesuai dengan Pergub, maka penghitungannya didasarkan pada jumlah jam mengajar dan masa pengabdian. Kalau dirata-rata, dengan penghitungan berdasarkan aturan itu, rata-rara para pegawai honorer mendapatkan Rp700 ribu sampai Rp 800 ribu,” ujarnya, Selasa (11/2/2020).

Jika gaji para guru honorer K2 dihitung setara UMK, maka dibutuhkan setidaknya sekitar Rp80 miliar dana setiap tahunnya. Sedangkan saat ini, Pemkab Jepara sendiri melalui APBD baru bisa mengalokasikan sebesar Rp10 Miliar setiap tahunnya.

Penggunaan dana Bantuan Operasional Siswa (BOS) sendiri saat ini sesuai dengan aturan, bisa digunakan untuk kepentingan membayar honor maksimal hanya 15 persen. Terakhir ada informasi jika penggunaan dana  BOS untuk keperluan pembayaran honor bisa digunakan sampai 50 persen. Jika benar terealisasi, maka soal kesejahteraan guru honorer ini bisa diperbaiki.

“Informasi yang muncul seperti itu. Jadi BOS bisa digunakan sampai 50 untuk keperluan honor. Namun demikian masih ditunggu realisasinya apakah memang benar atau tidak. Kami menunggu kepastiannya,” ungkapnya.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...