Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Info Kampus

Petari, Cara Mahasiswa KKN Undip Jepara Tumbuhkan Rasa Nasionalisme

MURIANEWS, Jepara – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro menggelar seminar kebangsaan untuk menumbuhkan rasa nasionalisme dan kebangsaan, Kamis (6/2/2020) lalu. Seminar yang dibelut dengan tema Pelajar Cinta Negeri (Petari) itu diikuti 80 siswa kelas XII SMA Negeri 1 Jepara.

Puji Astuti, dosen FISIP Undip sekaligus dosen pembimbing lapangan KKN Undip di Kecamatan Jepara mengatakan, di era globalisasi saat ini, banyak masyarakat Indonesia, terutama pada kalangan pelajar, mulai kehilangan identitas kebangsaannya. Di mana mereka lebih suka untuk mengikuti trend bangsa lain yang dianggap lebih modern dibandingkan budayanya sendiri yang sudah menjadi tradisi.

”Globalisasi dan teknologi informasi membuat anak muda kehilagan jati diri bangsa. Para generasi milenial yang disuguhkan dengan berbagai kemudahan dan menyukai hal-hal yang instan,” katanya kepada MURIANEWS melalui surat elektronik, Selasa (11/2/2020).

Apabila dibiarkan berlarut-parut, ia khawatir kedepannya negara ini akan mudah dipecah belah. Apalagi, generasi muda merupakan penentu masa depan bangsa. Oleh karena itu mereka perlu diberikan pendidikan kesadaran berbangsa dan bernegara, yang bermuara pada kecintaan terhadap tanah air dan bangsanya.

”Nasionalisme merupakan pandangan tentang rasa cinta yang wajar terhadap bangsa dan negara yang sekaligus menghormati bangsa lain. Nasionalisme dapat ditanamkan sejak dini hingga seseorang mampu menjadi warga negara yang baik, serta nasionalisme dapat ditanamkan pada lingkungan keluarga, lingkungan sekolah atau sebaya maupun di lingkungan masyarakat luas,” ungkapnya.

Untuk itu, ia mengajak para generasi milenial lebih mencintai dan mempelajari budaya sendiri daripada budaya negeri orang. Salah satunya lebih bijak dalam menggunakan teknologi. Dengan begitu, lebih memahami kebhinekaan dan perbedaan.

”Mumpung belum terlanjur, yuk kita gunakan teknologi lebih bijak. Jangan sampai kita tak tahu budaya kita sendiri dan mudah diadu domba,” tambahnya.

 

Reporter: Supriyadi
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...