Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

BKPP Kudus Akan Kembalikan Jimat yang Disita dari Pelamar CPNS

MURIANEWS, Kudus – Panitia tes seleksi dasar (SKD) CPNS Pemkab Kudus menyita sejumlah barang dari peserta tes seleksi. Beberapa barang yang disita di antaranya diduga sebagai jimat keberuntungan.

Meski demikian Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kudus meminta pada semua peserta yang merasa barangnya disita saat pelaksanaan tes SKD beberapa waktu lalu agar segera mengambil di kantor BKPP di Pendapa Kudus.

Temasuk di antaranya puluhan benda yang menyerupai jimat atau benda keberuntungan yang disita saat peserta akan memasuki tes seleksi kompetensi ddasa yang dilaksanakan di Universitas Negeri Solo sepekan yang lalu.

“Ada sekitar puluhan yang kami sita saat pelaksanaan tes,” ucap Kasubid Pengembangan Pegawai BKPP Kudus, Hendro Muswinda, Selasa (11/2/2020).

Beberapa barang yang menyerupai jimat, kata Hendro, adalah berupa barang-barang seperti kemenyan, garam, beras, kacang hijau, dan beberapa benda atau bungkusan lainnya.

“Selain itu juga ada beberapa barang lain seperti bolpoin, jepit rambut, dan lainnya,” lanjutnya.

Sedang untuk pelaksanaan tes secara keseluruhan, ada sebanyak 669 peserta yang tak hadir dalam tes tersebut. Artinya hanya ada 6.988 peserta dari 7.687 pelamar yang mengikuti tes seleksi kompetensi dasar.

“Tidak ada keterangan pasti kenapa mereka tidak datang ujian,” jelasnya.

Pansel sendiri sebenarnya telah memberi kelonggaran terkait pelaksanaan ujian SKD. Yakni dengan memprioritaskan orang sakit, ibu hamil, maupun golongan disabilitas untuk masuk dan mengikuti tes terlebih dahulu.

“Kami memang tidak menerima alasan apapun jika peserta tidak datang ujian,” terangnya.

Sementara untuk hasil tes akan diumumkan pada awal atau pertengahan April 2020 mendatang. Hal tersebut dikarenakan pihak pansel masih menunggu tes SKD di beberapa daerah lainnya benar-benar rampung. “Kami masih menunggu yang lainnya,” katanya.

Sedang untuk penjaringan, Hendro mengatakan setidaknya akan ada tiga kali dari formasi yang ada. Sehingga dimungkinkan hanya ada 1.146 peserta yang akan lolos ke tahap selanjutnya. Hanya jumlah tersebut akan disesuaikan dengan passing grade. “Akan kami umumkan secepatnya,” terangnya.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...