Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Sidang Kasus OTT Bupati Kudus

Soal Utang Kampanye Tamzil, Haryanto: Kalau Kalah Saya Ikhlaskan, Tapi…

0 1.222

MURIANEWS, Semarang – Pengusaha transportasi asal Kudus Haryanto mengakui mengeluarkan uang hingga Rp delapan miliar untuk kampanye Bupati Kudus (nonaktif) HM Tamzil dan Wakil Bupati HM Hartopo di Pilkada 2018.

Saat memberikan uang tersebut, pemilik PO Haryanto itu memang memiliki akad akan mengikhlaskan jika pasangan Tamzil-Hartopo kalah. Namun, jika mereka menang, uang tersebut harus dikembalikan.

“Itu uang pribadi saya. Kalau kalah, saya ikhlaskan. Tapi, kalau menang ya harus dipikirkan ,” katanya dalam sidang lanjutan dengan terdakwa Bupati Tamzil atas dugaan jual beli jabatan dan gratifikasi di lingkup Pemkab Kudus di Pengadilan Tipikor, Senin (10/2/2020).

Meski begitu, ia tak pernah mengharap apapun dalam pemerintahan Tamzil-Hartopo dalam pemberian sontekan dana tersebut. Hanya, ia punya keinginan untuk membangun masjid yang besar apabila Tamzil dan Hartopo terpilih sebagai bupati dan wakil bupati.

“Selain itu saya tidak punya tujuan apa – apa. Semua juga saya lakukan untuk kemajuan Kudus,” jelasnya dalam persidangan.

Sementara terkait adanya pemberian uang dari Plt Kepala dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Heru Subiyantoko sebesar Rp 850 juta hanya diakui Rp 750 juta. Uang tersebut juga ia pastikan bukan untuk bayar utang. Akan tetapi, untuk pelunasan biaya penyediaan sarung saat masa kampanye Tamzil-Hartopo.

Para saksi saat disumpah sebelum persidangan dimulai. (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)

”Penyedian sarung itu belum dilunasi oleh tim pemenangan Oleh karena itulah saya meminta Heru, karena ini berkaitan dengan usaha orang lain. Itupun diketahui Pak Tamzil,” jelasnya.

Hal yang sama juga dilakukan dari uang pinjamannya pada Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kudus Joko Susilo. Ia pun menegaskan, uang tersebut juga digunakan untuk membayar utang kampanye lainnnya.

“Itu juga digunakan untuk hal yang berkaitan dengan dana kampanye juga. Saya tidak memakainya. Utang lainnya juga sudah saya lunasi,” ucapnya.

Sementara soal surat perjanjian, Haryanto mengatakan jika pihaknya tidak tahu menahu siapa yang menyiapkan draft tersebut. Hanya, saat itu, semua yang bertandatangan yakni pihaknya dengan Noor Halim serta Tamzil dan Hartopo hadir di lokasi penandatanganan.

“Semua hadir, hanya draftnya saya tidak tahu siapa yang membuat,” terangnya.

Sementara Noor Halim juga membenarkan terkait sokongan dana kampanye Tamzil-Hartopo sebesar Rp 10 miliar. Uang itu, diberikan sebanyak dua kali, masing – masing sebesar Rp lima miliar. Pemberiannya yang terakhir, digunakan untuk ‘uang pengganti kerja’ para pemilih Pilkada.

“Saya berikan dua kali, tidak ada tujuan apa-apa,” katanya.

Baca Juga:

Halim, juga mengatakan jika alasan terbesar mendukung Tamzil adalah karena perintah dari para Kyai. Sehingga saat terpilih nanti, ada progam tunjangan guru madin dan MTS di Kabupaten Kudus.

“Memang tidak ada hitam di atas putih soal hutang, tapi saya pernah bilang setelah menang agar dikembalikan pelan-pelan. Saat itu, Pak Tamzil menjawab saya bisa mengikuti lelang proyek yang ada di Pemkab Kudus. Tapi, pada akhirnya tidak tembus juga,” tambahnya.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Supriyadi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.