Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Kopi Jateng Laris Manis di Prancis, Ganjar Ditawari Buka Warkop di Paris

0 123

MURIANEWS, Semarang – Produk kopi asal Jawa Tengah ternyata laris manis di Negara Prancis. Bahkan kopi Jateng sudah sangat dikenal warga di sana, karena dianggap mempunyai aroma dan kekhasan sendiri.

Hal ini diakui Duta Besar Indonesia untuk Prancis Arrmanatha Christiawan Nasir, saat bertemu Gubernur Jateng Ganjar Pranowo di rumah dinas Puri Gedeh Semarang, Minggu (9/2/2020) malam tadi.

Oleh karenanya, Nasir menawarkan agar Ganjar membuka warung kopi (warkop) khas Jateng di Ibu Kota Prancis, Paris.

“Agar potensi ini bisa ditangkap. Karena produk kopi Jateng itu selalu diminati warga Prancis. Makanya saya menawarkan Jateng buka warung kopi di Paris,” katanya.

Tak hanya kopi, menurut dia wisata dan kuliner Jateng lain juga cukup terkenal di Prancis. Ia mencontohkan Borobudur, yang menjadi jujugan turis Prancis setelah Bali.

“Borobudur menjadi salah satu destinasi paling terkenal di Prancis. Sekarang orang Prancis tidak hanya tahu Bali saja, tapi sudah mengenal Borobudur dan banyak yang berwisata ke candi itu,” ujarnya.

Setiap Agustus rata-rata warga Prancis akan berlibur ke berbagai tempat salah satunya di Indonesia. Karena bulan itu merupakan bulan libur selam astau bulan.

“Potensi ini harus bisa diangkap Pemprov Jateng, karena biasanya orang Prancis selalu berlama-lama saat wisata, bisa sampai 10-20 hari masa berliburnya,” terang Nasir.

Ia juga mengaku sering mendapat cerita dari warga Prancis yang berlibur ke Candi Borobudur. Selain terpukau dengan wisata itu, mereka juga keranjingan makan di warteg depan Borobudur.

“Ada beberapa orang yang tiap tahun ke Candi Borobudur untuk makan di warung kecil depan candi seperti warteg dan warung-warung kuliner khas. Katanya makanan yang disajikan sangat enak dan membuat ketagihan. Ada pula yang terkesan dengan seni budaya yang ada di masyarakat,” ucap Nasir.

Sementara itu Ganjar Pranowo langsung menyambut cepat tawaran membuat warkop di Prancis. Ia langsung memerintakan jajarannya untuk melakukan kajian dengan cepat.

“Sebenarnya sudah banyak produk asal Jateng yang laku di Prancis. Namun tadi diceritakan bagaimana terkenalnya kopi Jateng, saya tertarik membuka warung kopi di sana. Memang harus membuat sesuatu yang kongkret,” ucap Ganjar.

Selain itu, beberapa potensi lain seperti fashion, industri game dan lainnya juga memiliki peluang di Prancis. Ke depan, Ganjar akan melakukan penjajakan potensi mana saja yang bisa dieksekusi secepatnya.

“Termasuk bagaimana mendorong tourisme di Candi Borobodur, kan tadi dikatakan bahwa Borobudur menjadi salah satu destinasi paling diburu selain Bali. Ke depan, beberapa bisa kita dorong termasuk meningkatkan sport tourism di Borobudur, kuliner, kerajinan tangan dan lainnya,” kata Ganjar.

Ganjar juga tertarik cerita dari Nasir, bahwa ada turis Prancis yang suka ke Borobudur karena ketagihan makanan enak di depan candi. Dirinya penasaran dan akan mencari tahu warung makan apa yang dimaksud.

 

 

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.