Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Sopir Ambulans Layanan PSC 119 Grobogan Digembleng Tangani Korban Kecelakaan

MURIANEWS, Grobogan – Upaya untuk meningkatkan layanan Public Safety Center (PSC) 119 yang ada di bawah naungan Dinkes Grobogan terus dilakukan.

Selain menambah sarana dan prasana, upaya terbaru dilakukan dengan memberikan pelatihan basic life support (BLS) pada para sopir atau driver ambulans.

Dalam pelatihan BLS ini para sopir ambulans itu mendapatkan banyak materi yang digunakan untuk penilaian pertama pasien, mengaktifkan respon kegawatdaruratan dan juga melakukan resusitasi jantung serta paru.

Kepala Dinkes Grobogan Slamet Widodo menyatakan, jumlah sopir ambulans yang mengikuti pelatihan ada 37 orang. Terdiri, 30 sopir ambulans puskesmas dan tujuh sopir yang bertugas di beberapa rumah sakit.

Pelatihan bagi sopir ambulans dengan instruktur terlatih dari Gadar Medik Indonesia ini dilaksanakan selama dua hari. Yaitu, tanggal 7-8 Februari 2020 di Hotel Dafam Semarang.

Menurut Slamet, PSC 119 yang diluncurkan pada 15 Desember 2017 itu bertujuan untuk membantu masyarakat ketika berada dalam keadaan darurat. Seperti melakukan panggilan ambulans untuk pertolongan pada kecelakaan lalulintas atau keadaan darurat lainya.

“Layanan ini bertujuan untuk meningkatkan akses dan mutu layanan kegawatdaruratan dan mempercepat respon penanganan korban. Melalui layanan ini kita harapkan bisa menyelamatkan korban. Selain lewat aplikasi, masyarakat juga bisa menghubungi bantuan lewat telepon di nomor 119,” jelasnya.

Dijelaskan, dalam menjalankan pelayanan tersebut harus ada tim solid di setiap ambulans. Tim ini terdiri dari petugas kesehatan atau medis dan petugas nonkesehatan (sopir).

Tim ini harus dapat terintegrasi dan berkomunikasi dengan baik ketika melakukan sebuah pertolongan pada kecelakaan. Petugas nonkesehatan dan sopir tersebut juga harus terpapar tentang kegawatdaruratan dan tindakan pertolongannya.

“Kemampuan driver ambulans ini harus lebih dibandingkan driver kendaraan lainnya. Mereka harus tahu dan mampu melakukan basic life support. Sebab, mereka seringkali juga ikut membantu ketika petugas kesehatan melakukan pertolongan pada korban,” jelasnya.

 

Reporter: Dani Agus
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...