Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Tak Beri Ampun, Petugas Gabungan Bongkar Jembatan Akses Galian C di Tulakan Jepara

MURIANEWS, Jepara – Plt Kepala Satpol PP dan Damkar Jepara Heri Yulianto menyatakan, pihaknya kembali mengambil langkah serius terkait masalah tambang galian c illegal di Kota Ukir. Sehari lalu, Tim Gabungan Pemkab Jepara bahkan melakukan pembongkaran sebuah jembatan yang digunakan sebagai akses penambangan.

Jembatan yang  berada di Desa Tulakan, Donorojo tersebut berada di area Perhutani sudah lama menjadi akses bagi truk penambang. Pembongkaran dilakukan dengan cara memotong besi-besi penopang dengan menggunakan alat las yang dibawa tim penertiban.

“Proses ini juga disaksikan langsung oleh sejumlah pejabat yang juga mengikuti kegiatan. Di antaranya Ketua DPRD Jepara, Kasdim 0719 Jepara, perwakilan dari Perhutani dan Camat. Namun untuk pemilik jembatan tidak hadir,” ujar Heri Yulianto, Jumat (7/2/2020).

Dari informasi yang diperoleh Tim Gabungan, jembatan tersebut dibuat atas inisiatif dan biaya dari pemilik tambang. Sebelumnya tidak ada akses jalan dan jembatan tersebut, sebelum adanya penambangan. Bagian-bagian bes jembatan yang dipotong, sudah disita Polres Jepara sebagai barang bukti.

Selain membongkar jembatan, Tim Pemkab Jepara juga melakukan penutupan akses jalan yang digunakan untuk tambang Galian C illegal di Bumiharjo, Donorojo. Penutupan dilakukan dengan memasang portal dan garis polisi.

Terpisah, Plt Bupati Jepara Dian Kristiandi menyatakan, Pemkab Jepara tak akan memberi kesempatan bagi galian c ilegal berkembang biak di Kota Ukir. Apalagi, Forkopinda Jepara sepakat untuk mengambil kebijakan ini dan akan saling mendukung.

Persoalan Galian C illegal di Jepara saat ini juga sudah menimbulkan banyak persoalan. Selain persoalan lingkungan berupa rusaknya lingkungan, kegiatan ini juga berpotensi menimbulkan masalah sosial dan budaya. Timbul keresahan dari sebagian warga yang merasa terdampak.

“Kita (Forkopinda-red) berkomitmen untuk terus melakukan penertiban tambang galian C ilegal. Karena ini persoalan utamanya menyangkut lingkungan, dimana banjir salah satunya disebabkan adanya tambang galian C. Untuk itu harus betul-betul dijaga lingkungan kita,” tandasnya

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...