Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Resah karena Bau dan Lalat, Warga Desak Kandang Ayam di Glagah Kulon Kudus Ditutup

MURIANEWS, Kudus – Warga Desa Glagah Kulon, Kecamatan Dawe, Kudus tetap mendesak agar peternakan ayam di desa itu ditutup, Kamis (6/2/2020). Pasalnya dampak lingkungan sudah dirasakan sejak bertahun-tahun.

Meski DPRD Kudus sudah memangil pemilik kandang itu, warga tetap bersikukuh. Pasalnya hasilnya kurang memuaskan bagi warga setempat.

Salah satu warga, Endang mengaku resah dengan keberadaan ternak itu. Terlebih lokasi ternak ayam petelur itu dekat dengan permukiman warga. Sekitar kurang lebih 100 meter dari rumah warga.

“Lalatnya banyak. Apalagi ini saya jualan jajan. Jajan saya dikerumuti lalat,” ujarnya.

Senada juga diungkapkan warga lain Solikin. Menurutnya, dampak bau hingga lalat dikeluhkan warga. Terlebih keberadaan kandang itu sangat dekat sekali dengan permukiman warga.

“Baunya menyebar. Karena lantainya dari tanah. Terus lalat. Sudah lama empat tahun,” ujarnya.

Ia berharap agar operasional kandang itu dihentikan saja. Apalagi, ternak ayam itu ada dua lokasi. Jaraknya pun sangat berdekatan.

“Harapannya dihentikan saja. Daripada menimbulkan keluhan masyarakat. Ndak ada negosiasi lagi,” ujarnya.

Baca: Kandang Ayam di Glagah Kulon Dikeluhkan Warga, DPRD Kudus Panggil Pengusaha Ternak

Sebelumnya diberitakan, pengusaha peternakan ayam petelur di Desa Glagah Kulon, Kecamatan Dawe, Kudus, Rabu (5/2/2020) dipanggil Komisi C DPRD Kudus. Pemanggilan dilakukan lantaran ada keluhan dari warga terkait keberadaan kandang ayam di desa itu.

Pemilik ternak ayam petelur Imam Shofi’i mengatakan, kandang yang dimilikinya berkapasitas 4.300 ekor ayam. Dengan ukuran kandang 15×20 meter.

Menurutnya, jarak kandang dengan permukiman warga sekitar 100 meter. Itu pun menurutnya tidak masalah. Karena ternak miliknya merupakan usaha peternakan rakyat.

“Kita dengan masyarakat bisa berbicara dengan baik-baik. Dan kita kan persaudaraan. Kita bekerja sama dengan baik,” ujarnya.

 

Reporter: Dian Utoro Aji
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...