Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Kandang Ayam di Glagah Kulon Dikeluhkan Warga, DPRD Kudus Panggil Pengusaha Ternak

MURIANEWS, Kudus – Pengusaha peternakan ayam petelur di Desa Glagah Kulon, Kecamatan Dawe, Kudus, Rabu (5/2/2020) dipanggil Komisi C DPRD Kudus. Pemanggilan dilakukan lantaran ada keluhan dari warga terkait keberadaan kandang ayam di desa itu.

Warga menuntut kandang tersebut ditutup. Lantaran setelah lima tahun beroperasi belum ada izin yang dilengkapi oleh pengusaha ternak tersebut.

Ketua Komisi C DPRD Kudus Rinduwan mengatakan, pihaknya memanggil peternak itu untuk menyelesaikan masalah tersebut. Selain pengusaha peternakan, warga di desa itu juga dihadirkan.

“Permasalahannya dari masyarakat ya aturan belum diselesaikan selama ini. Padahal itu kan sudah lima tahun berdiri,” katanya.

Dari hasil audiensi itu, nantinya pihaknya akan berkoordinasi dengan dinas terkait. Sehingga ada solusi terbaik untuk pemilik ternak dan masyarakat. Masyarakat juga diminta untuk tetap rukun.

Karena menurutnya, selama ini dari masyarakat kurang mendapatkan perhatian dari pemilik ternak. Seperti CSR atau bantuan bagi masyarakat. Oleh karena itu, politisi PDI Perjuangan ini meminta ada langkah yang bijaksana.

”Karena ini usaha peternakan masyarakat. Jangan sampai masyarakat dan peternak justru saling merugikan,” jelasnya.

Pemilik ternak ayam petelur Imam Shofi’i mengatakan, kandang yang dimilikinya berkapasitas 4.300 ekor ayam. Dengan ukuran kandang 15×20 meter.

Ia mengakui, kandangnya itu sudah berdiri sejak lima tahun lalu. Shofi’i juga mengaku terkait izin, IMB hingga kini masih belum ada. Karena kapasitas ternak yang dimiliki merupakan usaha peternakan rakyat.

Menurutnya, jarak kandang dengan permukiman warga sekitar 100 meter. Itu pun menurutnya tidak masalah. Karena ternak miliknya merupakan usaha peternakan rakyat.

“Kita dengan masyarakat bisa berbicara dengan baik-baik. Dan kita kan persaudaraan. Kita bekerja sama dengan baik,” ujarnya.

Ia juga mengklaim pihak dinas terkait tidak pernah mempermasalahkan usaha ternak miliknya. Oleh karenanya, pihaknya berharap masalah ini diselesaikan dengan baik.

 

Reporter: Dian Utoro Aji
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...