Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

PDAM Kudus Alami Penurunan Laba Hingga Rp 1,2 Miliar

MURIANEWS, Kudus – Tiga dari empat perusahaan daerah (perusda) milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus mencatatkan kenaikan laba pada tahun 2019. Hanya satu perusda saja yang mengalami penurunan laba, yakni Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kudus.

Total penurunan labanya mencapai Rp 1,2 miliar. Meski demikian laba yang dikumpulkan PDAM jauh melebihi laba tiga perusda lain yang mencatatkan kenaikan. Karena rata-rata laba tiga perusda lain tak menyentuh Rp 1 miliar.

Sementara laba yang dicatatkan PDAM Kudus pada tahun 2019 mencapai Rp 3,2 miliar. Jumlah ini lebih kecil bila dibandingkan periode yang sama tahun 2018 lalu.

”Pada tahun 2018 pendapatan laba tercatat sebesar Rp 4,4 miliar. Terjadi penurunan hingga Rp 1,2 miliar,” kata Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian Setda Kudus Dwi Agung Hartono, Rabu (5/2/2020).

Ada beberapa penyebab penurunan ini. Ia menyebut, salah satunya terkait persoalan pajak yang terakumulasi.

“Penurunan dikarenakan manajemen yang baru menanggung beban pajak dari 2016 hingga 2019,” ujarnya.

Meski tahun 2019 mengalami penurunan laba, pada tahun 2020 ini PDAM Kudus ditarget mampu menghasilkan pendapatan hingga Rp 4,9 miliar. Selain mengejar target laba, PDAM juga harus bisa memenuhi investasi kepada masyarakat berpenghasilan rendah.

”Misalnya, membangun jaringan yang tentunya berdampak kepada masyarakat yang perlu diberi subsidi,” terangnya.

Baca: Ditarget Rp 4,9 Miliar, Direktur PDAM: Saya Siap Mundur Jika Tak Terpenuhi

Sementara tiga perusda yang mencatatkan kenaolan laba yakni PD Percetakan, PD Apotek dan PD Bank Pasar Kudus.

“Secara keseluruhan empat perusda ini telah menunjukkan adanya pertumbuhan perusahaan,” terangnya.

Untuk PD Percetakan, kata Agung, pada 2019 lalu mendapatkan laba sebesar Rp 131,713 juta atau sebesar 18,62 persen. Jumlah teresebut mengalami peningkatan dibanding pendapatan laba pada 2018 sebesar Rp 111,039 juta.

Hanya saja, PD Percetakan belum bisa menyetor pada kas daerah. Dikarenakan laba sejak tahun 2014 lalu digunakan untuk menutup kerugian yang terakumulasi sejak tahun 2013 lalu.

“Meski demikian sejak tahun 2014 lalu sudah mengalami laba, namun memang belum bisa menyetor ke kas daerah, tahun 2021 kami harapkan mereka sudah bisa menyetor,” terangnya.

Sementara pada PD BANK Pasar, lanjut Agung, tahun 2019 mendapat laba sebesar Rp 760,103 juta. Jumlah tersebut mengalami peningkatan hingga 85 persen dibanding 2018 yang mendapat laba Rp 409 juta.

Kenaikan laba, lanjutnya didapat dari upaya penagihan kredit macet secara intensif kepada nasabahnya. “Sedang pada tahun ini, manajemen ditarget bisa mendapat laba Rp 846 juta,” lanjutnya.

Sedang untuk PD Apotek, pada 2019 lalu mendapat laba hingga 45,6 juta. Jumlahnya, mengalami peningkatan sebesar Rp 2,72 juta dibanding 2018 yang hanya sebesar Rp 44,4 juta. “Tahun ini kami target PD Apotek bisa mendapat keuntungan Rp 49,4 juta,” pungkasnya.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...