Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

SPP Gratis SMA Negeri Picu Deflasi di Kabupaten Kudus

MURIANEWS, Kudus – Pada awal tahun 2020, Kabupaten Kudus mengalami deflasi, setelah pada Desember 2019 lalu terjadi inflasi 0,24 persen. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pada Januari 2020 terjadi deflasi sebesar 0,01 persen.

Sementara Indeks Harga Konsumen (IHK) yang terpantau yakni sebesar 103,37. Pemicu deflasi dikarenakan adanya penurunan harga beberapa indeks kelompok pengeluaran.

Yakni pada sektor pendidikan dengan jumlah deflasi  sebesar 7,38 persen. Di antarnya turunnya tarif biaya pendidikan di tingkat SMA.

Kelompok kedua yang mengalami deflasi yakni pada sektor perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,07 persen.

Kepala BPS Kudus Rahmadi Agus Santosa mengatakan jika sebenarnya hanya dua kelompok pengeluaran itu saja yang mengalami deflasi. Sedangkan sembilan kelompok lainnya tetap mengalami inflasi.

Meski demikian menurutnya, deflasi pada dua kelompok tersebut mempunyai dampak yang besar pada sembilan kelompok pengeluaran lain.

“Sehingga dua kelompok ini menarik sembilan kelompok yang mengalami inflasi tadi,” ucapnya, Selasa (4/2/2020).

Sembilan kelompok pengeluaran yang mengalami inflasi di antaranya, kelompok makanan minuman, dan tembakau mengalami inflasi sebesar 1,09 persen. Kemudian ada kelompok transportasi sebesar 0,37 persen.

Selanjutnya kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,60 persen, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,54 persen. Serta Kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,13 persen.

“Kemudian pada sektor kelompok penyedia makanan dan minuman atau restoran sebesar 0,09 persen,” katanya.

Selain itu, lanjut Agus, beberapa komoditas juga memengaruhi deflasi pada bulan ini. Yakni turunnya tarif biaya pendidikan SMA. Salah satunya disebabkan kebijakan SPP gratis untuk SMA negeri.

”Biaya pendidikan di SMA negeri menjadi turun karena SPP gratis,” ujarnya.

Komoditas lain yang memengaruhi inflasi yakni penurunan harga BBM, bawang merah, telur ayam ras, serta daging ayam ras.

Sedang untuk komoditas penyumbang inflasi adalah cabai merah, beras, mobil, minyak goreng, dan bawang putih. “Kalau secara inflasi, tingkat inflasi di Kudus pada 2020 berada di persentase – 0.001persen,” lanjutnya.

Sedang pada kota atau kabupaten pembanding lain,  yakni Tegal mengalami inflasi sebesar 0,34 persen, disusul Purwokerto sebesar 0,32 persen, Kota Surakarta sebesar 0,14 persen, Kota Semarang sebesar 0,06 persen.

“Sedang satu kota lain selain Kudus yang mengalami deflasi adalah Cilacap sebesar 0,03 persen,” terangnya.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.