Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Info Kampus

Keren! Mahasiswa KKN Undip Ini Sulap Sampah Plastik Jadi Paving

MURIANEWS, Demak – Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro (Undip) Semarang tahun 2020 mengadakan pelatihan pembuatan paving block dari sampah plastik di balai Desa Wonorejo, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak.

Pelatihan tersebut dilatarbelakangi oleh masalah sampah plastik yang menggunung di sekitar pemukiman yang mengganggu pemandangan dan kesehatan warga. Selain itu sampah plastik merupakan jenis sampah anorganik yang sulit terurai oleh alam, sehingga sangat mencemari lingkungan jika tidak dikelola dengan benar.

Pelatihan pembuatan paving block tersebut diikuti dengan antusias oleh perangkat desa dan masyarakat sekitar. Untuk mengubah sampah plastik menjadi paving block, pertama-tama sampah plastik seperti kresek, sterofoam, botol, dan sebagainya dicacah.

Kemudian sampah-sampah tersebut dimasukkan kedalam panci yang sebelumnya sudah diberi oli bekas untuk dilelehkan. Setelah leleh, adonan tersebut ditambah pasir sekitar 20-30 persen untuk menambah massa paving nantinya. Terakhir adalah memasukan adonan plastik ke cetakan, di-press, dan merendamnya dengan air.

”Harapannya setelah pelatihan ini selesai dapat meningkatkan kesadaran warga untuk membuang sampah pada tempatnya, sedangkan dari perangkat desa dapat membangun sebuah instalasi pengolahan sampah plastik menjadi paving block,” kata Muhamad Zaki, mahasiswa KKN UNDIP yang mengadakan program tersebut, Selasa (3/2/2020).

Menurut Zaki, paving block dari sampah plastik ini selain dapat mengatasi pencemaran lingkungan oleh sampah juga diklaim lebih kuat dibanding paving block konvensional.

“Silakan dilempar-lempar atau dibanting-banting, saya jamin tidak akan hancur,” ujar mahasiswa jurusan fisika tersebut.

Meski biaya produksi paving block dari sampah lebih tinggi 20-30 persen, pemerintah Desa Wonorejo berkomitmen untuk membuat instalasi pengolahan sampah tersebut.

“Instalasinya akan kami buat, kebetulan pelatihan ini sejalan dengan rencana pemerintah desa untuk membuat TPA (Tempat Pembuangan Akhir), nanti biar sekalian. Meski biaya produksinya sedikit lebih mahal, tidak masalah, karena tujuannya bukan profit, tapi ekologi,” tambah Sekdes Wonorejo Bapak Syaiful Ulum.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...