Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Sidang Kasus OTT Bupati Kudus

Mantan Plt Kepala PUPR Ngaku Bayari Utang Kampanye Bupati Tamzil Rp 850 Juta

MURIANEWS, Semarang – Mantan Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kudus yang kini menjabat sebagai Sekretaris Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (Arpusda) Kudus Heru Subiyantoko mengakui pernah mengeluarkan uang hingga Rp 850 juta untuk Haryanto.

Uang tersebut digunakan untuk melunasi utang Bupati Tamzil saat kampanye di Pilkada Kudus tahun 2018 lalu.Hanya saja, uang ratusan juta itu tak diberikan dalam satu waktu, melainkan diberikan beberapa kali hingga Desember 2018.

”Yang pertama kali minta bukan Pak Tamzil. Melainkan Pak Haryanto melalui ajudannya. Saat itu dia bilang jika dia butuh uang,” ucapnya dalam persidangan saat Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK mengkonfirmasi pernyataan terdakwa Bupati Tamzil yang meminta Heru untuk melunasi hutangnya pada Haryanto.

Karena bingung, Heru mengaku sempat bertanya perihal uang tersebut kepada Bupati Tamzil.  ”Saya cerita ke Pak Tamzil, kalau ajudan Pak Haryanto datang minta uang. Tapi, Pak Tamzil bilang jika ada kasih gak pa-pa. Tapi kalau tidak ada, tidak usah. Akhirnya tidak kami beri,” katanya.

Selang beberapa waktu, ajudan Haryanto kembali meminta uang. Uang tersebut digunakan untuk membayar hutang kampanye bupati dan wakil bupati. Pihaknya pun akhirnya memberikan sejumlah uang senilai Rp 850 juta atas permintaan dan sepengetahuan Bupati Tamzil.

Dengan rincian, uang sebesar Rp 100 juta dan Rp 500 juta di bulan September, Rp 50 juta dan Rp 100 juta di bulan Oktober, dan Rp 100 juta yang diberikan pada bulan Desember.

”Uang tersebut, pemberian dari para rekanan. Mereka semua sudah mengerti jika uang itu untuk bayar utang Pak Tamzil saat kampanye,” terangnya.

Baca Juga:

Sebelumnya, Terdakwa Bupati Tamzil didakwa telah menerima gratifikasi dari sejumlah ASN di lingkup Pemkab Kudus senilai Rp 2,5 miliar lebih. Nama mantan Plt Dinas PUPR  Heru Subiyantoko pun disebut dan diduga menyetor sejumlah uang dari para rekanan  kontraktor.

Uang miliaran tersebut juga didapat dari Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kudus Abdul Halil, Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus Sudiharti, Sekretaris Dinas Perdagangan Andi Imam Santosa, dan Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Harjuna Widada.

Turut disebut juga, sejumlah nama ASN seperti Supriono, Zubaedi, Ani Susmadi, Siti Rokhimah, Apriliana Hidayati, dan M Kusnaeni. Ada Juga dari Kasmijan dan Martono. Dalam dakwaan, nama-nama tersebut dianggap telah menyetor sejumlah uang pada Bupati Tamzil melalui beberapa perantara. Di antaranya Uka Wisnu, Agus Soeranto, dan M. Moelyanto.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...