Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Budi Santoso Kembali Nahkodai PWI Jepara

MURIANEWS, Jepara – Budi Santoso kembali terpilih menjadi Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jepara. Wartawan MURIANEWS itu terpilih secara aklamasi saat konferensi PWI cabang Jepara di Serambi Belakang, Pendapa Kabupaten Jepara, Kamis (30/1/2020).

“Terimakasih atas kepercayaan teman-teman. Semoga selama tiga tahun ke depan ini, PWI Jepara bisa lebih baik,” kata Budi Santoso.

Konfercab sendiri dihadiri langsung oleh Plt Bupati Jepara Dian Kristiandi dan pejabat Forkopinda Jepara lainnya. Selain itu, Ketua PWI Propinsi Jawa Tengah, Amir Machmud dan sejumlah pengurus PWI Jawa Tengah.

Plt Bupati Jepara, Dian Kristiandi sebelum membuka secara resmi kegiatan ini, menyatakan Pemkab Jepara sangat mengapresiasi keberadaan PWI Jepara. Saat ini, di tengah kebebasan pers yang semakin berkembang liar dengan adanya tehnologi komunikasi, PWI diharapkan bisa tetap menjadi salah satu lembaga profesi yang bisa menjaga etika jurnalistik.

PWI sendiri juga diharapkan bisa benar-benar menjadikan jurnalisme sebagai sebuah kegiatan yang sesuai dengan kode etik jurnalistik dan aturan-aturan yang ada.

“Selama ini PWI Jepara sudah memberikan kontribusi yang baik bagi Jepara. Sinergitas yang terbentuk diantara Pemkab Jepara dan PWI Jepara juga sudah berjalan baik, sejalan dan seirama. Kami berharap hal ini bisa ditingkatkan sesuai dengan kapasitas dan tupoksi masing-masing,” ujarnya.

Sementara itu Ketua PWI Jawa Tengah, Amir Machmud menegaskan, jurnalisme di Indonesia saat ini berada pada masa yang sangat krusial. Kehidupan pers berlangsung dengan sangat liar. Kepentingan-kepentingan saat ini dengan mudah menunggangi kegiatan media. Hal ini terkadang juga menimbulkan persoalan berkembang di tengah masyarakat.

Untuk saat ini, Amir Macmud bahkan menyebutkan dunia pers di Indonesia sudah harus menerapkan estetika Jurnalisme dalam kegiatannya. Tidak hanya memenuhi kode etik, keberimbangan namun juga estetika yang mencakup beberapa aspek agar fungsi pers bisa berlangsung dan memberi manfaat bagi masyarakat.

“Kita sudah memerlukan apa yang dinamakan esetetika Jurnalistik. Disana proses jurnalistik sudah harus bisa memilah apakah sesuatu yang akan diberitakan layak atau tidak. Dan penentuannya tidak hanya menggunakan aspek-aspek yang selama ini berlaku. Namun ada kajian-kajian lebih mendalam yang harus dilakukan sebelum memutuskan memberitakan suatu hal,” tambahnya.

 

Reporter: Budi Santoso
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...