Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

21 Pengusaha Karaoke di Jepara Dipanggil Satpol PP, Ini yang Dilakukan

0 115

MURIANEWS, Jepara – Para pemilik usaha hiburan karaoke di wilayah Jepara dikumpulkan oleh Satpol PP Jepara. Mereka diberikan sosialisasi mengenai Perda No 9 Tahun 2016, yang menjadi dasar bagi kegiatan usaha tersebut.

Kepala Bidang Penertiban dan Penegaka Perda, Satpol PP Jepara Anwar Sadat menyatakan, sosialisasi tersebut digelar di lobi Kantor Satpol PP Jepara. Sebanyak 21 pemilik usaha karaoke atau perwakilannya hadir dalam kegiatan ini.

Mereka mendapatkan sosialisasi mengenai aturan-aturan yang mengatur usaha karaoke, seperti yang tercantum dalam Perda No 9 Tahun 2016. Hal ini dilakukan agar para pemilik usaha mengetahui batasan-batasan dan syarat-syarat perizinannya.

“Masalah ini perlu disampaikan secara lebih jelas kepada mereka. Sehingga mereka memahaminya. Kami tidak menampik jika sampai saat ini banyak usaha karaoke yang berlangsung tanpa mengindahkan aturan-aturan ini,” ujar Anwar Sadat, Rabu (29/1/2020).

Sesuai dengan Perda No 6 Tahun 2016, orang pribadi atau badan hukum dapat membuka usaha karaoke sebagai bagian dari fasilitas penunjang hotel atau restaurant. Hotel yang diperbolehkan membuka jasa karaoke juga dibatasi hanya pada hotel dengan klasifikasi minimal bintang 2.

Sedangkan untuk restaurant, usaha karaoke yang diperbolehkan harus berada di ruangan terbuka atau hall. Fasilitas ini merupakan bagian penunjang dari usaha restauran yang ada. Sehingga kegiatan karaoke bisa terlihat secara langsung di ruangan terbuka.

“Hiburan karaoke dalam Perda ini, di Pasal 27 disebutkan juga dikecualikan untuk kepentingan tertentu yang bersifat pribadi. Juga untuk kegiatan yang tidak dikomersilkan semisal perlombaan yang bersifat umum dan terbuka,” tambah Anwar Sadat.

Sesuai data yang ada di Satpol PP, usaha karaoke paling banyak beroperasi di kawasan Pantai Pungkruk, Mororejo, Jepara. Mereka menamakan usaha mereka sebagai café, yang juga menyediakan ruangan-ruangan tertutup untuk karaoke. Di kawasan Pungkruk, ada 13 usaha karaoke yang terdata.

Kemudian di Desa Bugel (1), Desa Ngeling (1), Wonorejo (1), Teluk Awur (1), Jondang (1), Tulakan (1), Mayong (1), dan Tahunan (1). Sedangkan untuk jumlah PK (Pemandu Karaoke) tercatat ada 91 orang wanita muda. Semua pemilik usaha sudah dipanggil, dan diberikan pemahaman mengenai aturan main ini.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Supriyadi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.