Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Info Kampus

Keren! Siswa SD di Jepara Ini Diajari Ubah Sampah Jadi Benda Multiguna

0 329

MURIANEWS, Jepara – Mengubah sampah menjadi sesuatu yang berguna atau ecobrik, merupakan salah satu cara efektif untuk mengurangi sampah. Kegiatan ini pun dikenalkan kepada anak-anak SD di SD Negeri 4 Bakalan, Kalinyamatan.

Adalah para mahasiswa KKN Undip (Universitas Diponegoro) Semarang, yang mengenalkan ecobrik ini kepada mereka. Kegiatan ini dilakukan Selasa (28/1/2020) di halaman sekolah mereka. Puluhan siswa SD 4 Bakalan dengan penuh minat mengikuti kegiatan ini.

Awwalina Alizza Maharani, mahasiswa peserta KKN Undip mengatakan, sebelumnya ada sebuah sosialisasi mengenai rasa cinta terhadap lingkungan kepada para siswa. Materi ini tentu saja disampaikan dengan cara yang sesuai untuk mereka. Setelah memahami, siswa kemudian diajak mencari sampah-sampah di sekitar lingkungan sekolah mereka.

Pemilahan atas sampah yang dikumpulkan kemudian dilakukan untuk menentukan ecobrik yang bisa diterapkan. Setelah itu barulah dilakukan praktik ecobrik, dengan menggunakan sampah yang sudah dipilah-pilah tadi.

“Kegiatan ini melibatkan seluruh siswa, para guru dan karyawan. Setelah dilakukan pemilahan, sampah plastik bungkus jajanan kami kumpulkan dan dilakukan pengolahan menjadi ecobrik,” ujarnya, Selasa (28/1/2020).

Para siswa SD Negeri 4 Bakalan, Kalinyamatan diajari cara mengolah sampah jadi benda berguna. (MURIANEWS/Budi Erje)

Ecobrik ini difungsikan sebagai pengganti bata yang ramah lingkungan (eco friendly). Dengan menggunakan botol plastik bekas, kemduian diisi dengan sampah plastik hingga padat dan keras, ecobrik bisa dimanfaatkan untuk berbagai hal. Jika disusun dan dibuat bentuk-bentuk tertentu, maka ecobrik bisa bermanfaat.

Dengan ecobrik bisa dibuat meja, kursi, hingga berbagai macam hiasan rumah. Sifatnya yang awet dan mudah dirkonstruksi ulang atau dibongkar pasang, membuat ecobrik bisa dirubah-rubah sesuai dengan keinginan.

“Ecobrik mampu memberikan manfaat baru bagi limbah plastik. Sampah ini diperangkap dalam botol sehingga tidak perlu dibakar, atau menumpuk di TPA. Bisa bermanfaat,” tambahnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Farikhah Elida memberikan apresiasi kegiatan tersebut. Sampah plastik sebenarnya bisa didaur ulang, hanya saja kebiasaan masyarakat tidak mau memilah sampah plastik dan organik. Akibatnya sampah plastik menjadi kotor dan tidak dapat diproses lagi.

“Situasinya memang seperti itu. Jika masyarakat mau memilah maka sampah plastik bisa didaur ulang. Kesadaran ini harus terus ditumbuhkan,” ujarnya.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Supriyadi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.