Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Awas! Pekan Ini Wilayah Muria Diprakirakan Dilanda Hujan Petir

MURIANEWS, Kudus – Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisikan (BMKG) memprakirakan dalam sepekan ke depan, curah hujan dengan intensitas tinggi disertai petir akan terjadi di sejumlah wilayah di Jateng. Termasuk di kawasan Muria seperti, Kudus, Pati, Demak, hingga Rembang.

Achadi Subarkah Raharjo, Kepala BMKG Ahmad Yani Semarang mengatakan, curah hujan dengan intensitas lebat akan terjadi di sejumlah wilayah di Jateng. Ini terhitung periode sepekan mulai 28 Januari hingga 03 Februari 2020.

Pada tanggal 28 Januari 2020 sejumlah wilayah di kawasan Muria diperkirakan akan dilanda hujan deras. Seperti di Kudus, Demak, Jepara, Pati, Rembang, Blora, Grobogan, Pantura sisi selatan, Solo Raya.

Selain itu hujan dengan intensitas lebat terjadi di Temanggung, Wonosobo, Banjarnegara, Purbalingga, Magelang, Banyumas, Cilacap, Kebumen utara, Purworejo.

Rabu 29 Januari 2020 besok, wilayah yang diprakirakan akan hujan dengan intensitas tinggi meliputi, Majenang, Bumiayu, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Magelang, Kebumen, Purworejo, Temanggung, Sragen, Karanganyar, Wonogiri, Surakarta, Klaten, Sukoharjo.

Lalu pada tanggal 30 Januari 2020, kembali terjadi di Blora dan Purwodadi. Selain itu juga akan terjadi di Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Temanggung, Sragen, Karangnyar, Klaten, Magelang,Purworejo, Boyolali, Pantura barat – tengah sisi selatan.

Serta pada tanggal 31 Januari 2020 hingga 02 Februari 2020, wilayah Muria kembali diperkirakan akan turun hujan dengan intensitas lebat. Seperti di Jepara, Karimun Jawa, Blora, Purwodadi.

Sedangkan wilayah lain, seperti di Brebes, Tegal, Pemalang, Pekalongan, Kendal, Batang, Purbalingga, Banyumas, Banjarnegara,Wonosobo, Magelang, Temanggung, Kab. Semarang, Klaten, Boyolali, Surakarta, Sragen, Karanganyar, Sukoharjo, Wonogiri, dan Purworejo diprakirakan juga akan mengalami hal yang sama.

“Tingginya intensitas hujan ini, disebabkan karena sirkulasi siklonik di sekitar perairan barat daya Lampung. Hal ini menyebabkan terbentuknya belokan angin di sekitar wilayah Jawa,” katanya, Selasa (28/1/2020).

Ia menyebut, labilitas atmosfer yang cukup signifikan menyebabkan peningkatan massa udara basah di wilayah Jawa Tengah. Faktor tersebut menyebabkan peningkatan potensi pertumbuhan awan hujan yang cukup signifikan di wilayah Jawa Tengah.

Oleh karenanya, masyarakat diimbau agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan. Seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang, dan jalan licin.

 

Reporter: Dian Utoro Aji
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...