Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Viral Perempuan Berambut Dua Meter yang Jadi Sarang Tikus di Semarang, Begini Nasibnya Kini

MURIANEWS, Semarang – Sukiyah perempuan paruhbaya yang tinggal sebatangkara di Dusun Karangombo, Desa Polobogo, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang menjadi perbincangan banyak orang. Perempuan berusia 50 tahun ini dikabarkan tidak mandi dan tak terurus selama 27 tahun lamanya.

Akibatnya, rambutnya memanjang dan menggimbal hingga dua meter. Parahnya rambut tersebut menjadi sarang tikus dan kecoa. Warga sekitar pun tak berani mendekat lantaran takut dengan penampilannya yang menyeramkan. Lantas bagaimana kondisinya kini?

Dikutip dari berbagai sumber, nasib sukiyah kini sudah terurus. Ia kini berada di Rumah Pemulihan Efata dan mendapat pendampingan langsung oleh Dinas Sosial Kabupaten Semarang.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Semarang Gunadi membenarkan, Sukiyah sudah dirujuk ke Rumah Pemulihan Efata setelah mendapat kabar dari media sosial. Saat ini ia menjalani perawatan setelah sekian lama tak terurus.

”Saat ini perkembangannya selalu dipantau. Ia diampingi langsung oleh Tenaga Kesejahteraan Soaial Kecamatan (TKSK),” katanya seperti dikutip Kompas.com.

Sukiyah memang sempat viral berkat aksi kemanusiaan yang dilakukan oleh relawan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Ardian Kurniawan. Saat itu, Ardian mendengar kabar dari relawan jika ada perempuan menyeramkan yang tinggal di Dusun Karangombo, Desa Polobogo, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang.

Sukiyah pemilik rambut dua meter yang menjadi sarang tikus dan kecoa saat mendapat pertolongan dari relawan Aksi Cepat Tanggap (ACT). (Foto: Dok. Relawan ACT, Ardian Kurniawan Santoso)

Ardian kemudian mendatangi Sukiyah di rumahnya, Dusun Karangombo, Desa Polobogo, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang pekan lalu. Ia mengajak warga sekitar untuk masuk rumah kayu yang ditinggali Sukiyah.

Betapa kagetnya Ardian melihat kondisi Sukiyah dengan tubuh kurus sulit bergerak dan rambut gimbal yang panjang. “Kaget juga, rambutnya gimbal sekitar dua meter,” jelasnya.

Warga, lanjut Ardian, selama ini sudah berusaha menolong Sukiyah untuk memandikan dan sebagainya. Namun Sukiyah menolak dan berontak. Saudara jauhnya yang datang pun hanya membantu untuk memberikan makanan.

“Pernah akan dimandikan sampai empat orang, berontak. Saudara jauhnya juga tidak berani,” katanya seperti dikutip detik.com.

Sukiyah tinggal di rumah kayu beralas tanah dan tanpa penerangan. Ia hidup di sana cukup lama dan tinggal sendirian sejak ibunya meninggal tiga tahun lalu. Warga, kata Ardian, akhirnya terpaksa mengunci pintu rumah Sukiyah dari luar menggunakan tali. Sebab, Sukiyah beberapa kali tidur di luar rumah.

Selain itu, Sukiyah juga diketahui mengalami kebutaan sejak usianya lima tahun. Saat ditemukan ia bahkan sudah tidak bisa berjalan dan rambut yang berantakan.

“Akhirnya saya mencoba membujuk untuk potong rambut. Ternyata mau. Potong rambut itu memakan waktu sekitar 20 menit kemudian dibawa ke tempat yang layak punya swasta. Dia sama orang lain tidak mau, kemudian saya kenalkan satu teman saya, akhirnya mau,” ujarnya.

Saat ini Sukiyah masih berada di Rumah Pemulihan Efata dan sudah didampingi oleh Dinas Sosial Kabupaten Semarang. Sementara rumahnya sudah dibersihkan oleh para tetangga.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: kompas.com, detik.com

Comments
Loading...