Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Grobogan Gandeng Yayasan Project Hope Tekan Kematian Ibu dan Anak

MURIANEWS, Grobogan – Meski sudah mampu meraih banyak keberhasilan, namun masih ada sejumlah persoalan di Grobogan yang perlu mendapat perhatian dan penanganan serius. Salah satunya adalah masih tingginya angka kematian ibu dan bayi lahir (AKI dan AKB).

Hal itu disampaikan Bupati Grobogan Sri Sumarni melangsungkan pertemuan dengan pengurus Yayasan Project HOPE di ruang rapat kantor bupati, Senin (27/1/2020).

“Salah satu persoalan di Grobogan ini adalah masih tingginya AKI dan AKB. Oleh sebab itu, Pemkab Grobogan akan berupaya semaksimal mungkin untuk menekan AKI dan AKB tersebut. Dalam menangani persoalan ini, kita memang membutuhkan dukungan dari berbagai pihak. Termasuk dari Yayasan Project HOPE ini,” kata Sri Sumarni.

Kepala Dinas Kesehatan Slamet Widodo mengatakan, jumlah AKI dan AKB memang masih cukup tinggi. Indikasinya, pada tahun 2019 lalu, masih terdapat 36 kasus kematian ibu dalam proses persalinan.

Sedangkan pada bulan Januari 2020 ini sudah ada satu kasus ibu meninggal saat menjalani proses persalinan.

“Yayasan Project HOPE ini akan membantu Pemkab Grobogan untuk mengatasi AKI dan AKB selama tiga tahun. Kami berharap dengan bantuan dari HOPE ini, AKI maupun AKB di Kabupaten Grobogan bisa turun,” jelasnya.

Sementara itu, Manager Program SLAB Tahap III Raden Noviane Chasny mengatakan pihaknya akan menerapkan program Saving Lives at Birth phase III. Program serupa pernah dilaksanakan di Kabupaten Serang sejak 2013 dengan tujuan memberikan bantuan teknis untuk memperbaiki pelayanan kesehatan ibu dan anak.

Menurutnya, pendekatan program ini diawali dengan melakukan analisa untuk menentukan kebutuhannya. Setelah itu dilanjutkan dengan membuat rekomendasi dan membantu Dinas Kesehatan Grobogan dalam membuat perencanaan pelaksanaannya.

“Upaya penurunan AKI dan AKB tidak hanya menjadi tanggungjawab Dinas Kesehatan Grobogan saja. Tetapi juga harus melibatkan banyak pihak. Baik dari tingkat desa sampai kabupaten. Jadi, semua stakeholder akan dilibatkan,” imbuhnya.

 

Reporter: Dani Agus
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...