Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Pembahasan Kompensasi Pembangunan Gardu Induk Semen Grobogan Buntu

MURIANEWS, Grobogan – Komisi C DPRD Grobogan kembali menggelar audensi terkait tuntutan kompensasi pembangunan gardu induk listrik di kawasan PT Semen Grobogan Desa Kaliwenang, Kecamatan Tanggungharjo, Senin (27/1/2020).

Namun pembahasan kompensasi tersebut tidak mencapai titik temu alias buntu.

Sebab, nilai kompensasi yang bisa diberikan PT Kurnia Alam Putra selaku rekanan pembangunan gardu induk masih jauh dari permintaan warga.

Beberapa hari sebelumnya, Kamis (23/1/2020), sudah dilangsungkan audensi di lokasi yang sama. Ada sejumlah pihak yang dihadirkan dalam audensi itu.

Antara lain, pemerintah desa, kecamatan, dinas terkait, PLN, dan PT Semen Grobogan, dan perwakilan warga Desa Kaliwenang, Kecamatan Tanggungharjo.

“Kami sudah berupaya memfasilitasi permintaan warga terkait kompensasi. Namun, pada pembahasannya mengalami deadlock alias tidak ada titik temu,” kata Ketua Komisi C DPRD Grobogan Eko Budi Santoso pada wartawan.

Eko menjelaskan, perwakilan warga awalnya menghendaki kompensasi senilai Rp 3,5 miliar. Namun, nilai ini kemudian turun jadi Rp 2,5 miliar.

Sementara dari rekanan awalnya hanya bisa memberikan kompensasi Rp 5 juta. Namun, nilai kompensasinya kemudian dinaikkan jadi Rp 20 juta.

“Jadi antara keinginan warga dan kesanggupan dari pihak rekanan masih terpaut jauh. Terkait kondisi ini, kami memberikan masukan pada warga supaya menempuh jalur hukum saja. Jadi, masih ada satu saluran yang bisa dijalani jika memang diinginkan, yakni lewat jalur hukum. Ini kita kembalikan lagi pada masyarakat,” katanya.

Menurut Eko, tahapan pembanguan gardu induk PLN pada prinsipnya sudah menempuh prosedur yang ditentukan. Hal itu berdasarkan paparan yang disampaikan dari pihak desa, kecamatan dan dinas terkait pada saat audensi pertama.

Baca: Gardu Induk Listrik Semen Grobogan Dekat Permukiman, Warga Minta Kompensasi

Meski demikian, masih terdapat keberatan dari sejumlah warga yang rumahnya berdekatan dengan lokasi pembangunan gardu induk tersebut karena merasa kurang mendapatkan sosialisasi sebelumnya.

Pada intinya, warga ini mengharapkan adanya kompensasi dengan adanya pembangunan gardu induk tersebut.

“Untuk pembangunan gardu induk sendiri sudah berjalan. Informasinya, progress pembangunannya sudah mencapai 70 persen,” imbuhnya.

 

Reporter: Dani Agus
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...