Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Hindari Tabrakan, Truk Bermuatan Kayu Terguling di Tanjakan Saripan Jepara

MURIANEWS, Jepara – Kecelakaan tunggal terjadi di Jalan Raya Soekarno-Hatta, tepatnya di tanjakan Saripan, sekitar 200-an meter dari Gedung DPRD Jepara. Sebuah truk bermuatan kayu kepelan (limpah) terguling, pada Senin (27/1/2020).

Kejadian ini sempat menimbulkan ketersendatan arus lalu-lalu lintas di Jalan Raya Soekarno-Hatta tersebut. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, kedatipun truk tersebut sempat terguling dengan posisi dua bannya berada di atas.

Kayu kepelan, muatan truk tersebut berserakan di bahu kanan, sehingga menganggu pengguna jalan dari arah berlawanan. Pihak Satlantas Polres Jepara, yang datang ke lokasi kejadian langsung melakukan upaya pengaturan arus lalu lintas.

Kanit Pengaturan, Penjagaan, Pengawalan dan Patroli (Turjawali) Satlantas Polres Jepara, Ipda Heru menyatakan, kejadian ini bermula saat truk Mitsubishi bernopol H-1381-JA melaju ke arah Kudus. Karena medan menanjak, truk mencoba menambah kecepatan agar tetap kuat menanjak.

Namun pada saat masuk tingkungan, sebuah kendaraan secara tiba-tiba keluar dari cucian mobil yang ada di sekitar gang Anavisia. Menghindari tabrakan, Ma’arif yang mengendarai truk, membanting stir ke kanan. Karena muatan penuh, truk akhirnya oleng dan terguling.

“Kayu yang dimuat adalah kayu kepelan atau limbah yang akan dibawa ke Semarang. Mungkin karena kehujanan, bobotnya menjadi lebih berat. Sehingga stir tidak bisa dikendalikan pada posisi menanjak dan tiba-tiba dibanting ke kanan,” ujar Ipda Heru, Senin (27/1/2020).

Truk kemudian terguling dengan posisi rodanya menghadap ke sisi kiri jalan. Sedangkan bak truk menghadap ke arah sisi kanan jalan. Kayu-kayu yang dimuat akhirnya berserakan di bahu kanan jalan.

Usaha untuk mengembalikan posisi truk akhirnya dilakukan dengan cara manual. Pihak Polisi meminta bantuan mayarakat sekitarnya untuk beramai-ramai menarik bagian bak truk. Usaha ini akhirnya berhasil dilakukan dengan perhitungan cermat.

“Kalau memanggil truk Derek kemungkinan memerlukan waktu lama. Akhirnya dengan cara manual, kami bersama warga sekitar menarik truk ini agar bisa kembali ke posisi normal,” tambah Ipda Heru.

Sekitar satu jam, usaha untuk menormalkan situasi arus lalulintas bisa dilakukan. Namun demikian, sampai siang kayu-kayu yang berserakan masih dalam proses dimuat kembali. Karena muatan terlalu berat, akhirnya satu truk lain di datangkan untuk memuat kayu-kayu tersebut.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...