Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Tingginya Debit Air Kali Wiso dan Kali Kanal Jadi Biang Kerok Banjir di Jepara

0 213

MURIANEWS, Jepara – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara terus melakukan evaluasi terkait banjir yang mengepung Kota Jepara akhir pekan kemarin. Dari evaluasi tersebut, diketahui tingginya debit air di Kali Wiso dan Kali Kanal menjadi salah satu penyebab banjir.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Jepara Ari Bahtiar menjelaskan, berdasarkan telaah yang dilakukan, banjir yang terjadi di jantung Kota Ukir memang diakibatkan karena besarnya debit air yang memenuhi saluran-saluran yang ada. Baik saluran besar Kali Wiso dan Kali Kanal, debit airnya pada saat itu sangat tingi. Ini terjadi karena hampir di seluruh wilayah Jepara hujan deras terjadi secara bersamaan.

“Wilayah hulu Kali Wiso dan Kali Kanal juga mengalami hujan deras pada saat itu. Sehingga ketinggian air di dua sungai ini membuat air dari drainase kota tidak bisa masuk. Sehingga timbul genangan,” ujar Ari Bahtiar, Senin (27/1/2020).

Selama ini, pengendalian banjir di Jepara dilakukan dengan mengatur pintu air di Bendung Les Bapangan. Namun saat kejadian memang debit air yang datang dari hulu sangat melebihi dibandingkan hari-hari biasanya. Sehingga ketinggian air di Kali Wiso dan Kali Kanal mencapai titik maksimal.

Akibatnya, di wilayah kota, air dari drainase tidak bisa masuk ke Kali Wiso. Sebaliknya, di beberapa titik, air dari Kali Wiso malahan masuk ke wilayah kota melalui pintu-pintu pembuangan yang ada di sepanjang Kali Wiso. Hal yang sama di sisi selatan kota, di mana air drainase tidak bisa masuk ke Kali Kanal karena ketinggian air yang ada.

“Di beberapa titik terutama di pinggiran kali, genangan air berwarna coklat keruh. Ini adalah air dari Kali Wiso yang justru keluar dari alirannya. Sedangkan di beberapa titik airnya tidak terlalu keruh, yang merupakan air drainase yang tertahan tidak bisa mengalir,” tambah Ari Bahtiar.

Dengan situasi yang terjadi saat itu, ketinggian air di Kali Wiso dan Kali Kanal diakui telah melumpuhkan sistem drainase yang ada di wilayah kota. Persoalan ini menurut Ari Bahtiar akan segera dilakukan kajian dan evaluasi untuk mendapatkan jalan keluarnya.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Supriyadi

Ucapan Idul Fitri 1441 H Banner Bawah PC

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.