Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Suluk Maleman, Fitnah yang Diperjualbelikan Jadi Tanda Akhir Zaman

0 271

MURIANEWS, Pati – Kiamat menjadi salah satu tema perbincangan dalam Suluk Maleman yang berada di rumah Adab Budaya, Pati, Sabtu (25/1/2020) malam kemarin. Pasalnya, penelaahan tanda kiamat, justru tidak lepas dari carut marut kondisi dunia saat ini.

Seperti yang dikemukakan oleh salah satu narasumber, Dr Abdul Jalil, di antara tanda kiamat adalah semakin banyaknya kebodohan yang dipertontonkan oleh manusia. Bahkan fitnah pun akan turut diperjualbelikan.

“Kita lihat sekarang ini hampir semua dijualbelikan. Bahkan agama maupun sekolah,” ujarnya.

Hal itu dipertegas lagi oleh Anis Sholeh Baasyin. Dia meyakini saat ini fitnah cukup banyak tersebar. Masyarakat mulai dikacaukan pemahaman terkait benar dan salah. Menurutnya, semua itu sudah diperdagangkan.

“Perdagangan itu tak sebatas soal uang saja tapi juga bisa kekuasaan dan politik,” terangnya.

Suasana pengajian budaya dalam Suluk Maleman di Rumah Adab Budaya Pati. (MURIANEWS/Istimewa)

 

Untuk menghadapi hal yang semacam itu, Habib Anis mengingatkan bagaimana pentingnya kerohanian dalam kehidupan. Yakni dalam memperkuat kuda-kuda keimanan. Melihat sesuatu secara lebih detil juga akan menghindarkan termakan berita bohong maupun fitnah.

“Orang beragama outputnya selalu berbuat baik pada orang lain. Efeknya selalu ke sosial. Dengan keimanan kita akan digerakkan menuju sesuatu yang baik,” tambahnya.

Pandangan berbeda ditunjukkan oleh Presiden Djancuker Sujiwo Tejo. Dalam suluk maleman kali ini, dia lebih banyak berbicara tentang fenomena munculnya kerajaan baru.

Baginya hal semacam itu justru tidak menjadi bahan candaan. Karena konsep seperti itu justru sekarang ini tak berbeda jauh dari demokrasi sekarang ini.

“Jika dilihat kalau kerajaan pemegang kekuasaannya selalu darah biru. Tapi dalam demokrasi selalu darah tajir. Jika di kerajaan ada kasta dalam dunia sekarang juga ada. Coba kalian beli tiket pesawat ekonomi pasti tidak akan bisa naik pesawat bisnis,” jelasnya sambil tertawa.

 

Reporter: Cholis Anwar
Editor: Supriyadi

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.