Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Jadi Penganan Wajib saat Imlek, Ini Lho Filosofi Kue Keranjang

MURIANEWS, Kudus – Kue keranjang menjadi buruan saat momen Tahun Baru Imlek. Bahkan kue keranjang dijadikan makanan khas yang wajib ada saat perayaan Imlek, dan dibagikan kepada sanak saudara.

Lantas apa makna dari kue keranjang yang terbuat dari tepung ketan itu?.

Menurut produsen kue keranjang yang terletak di Jalan KH Wachid Hasyim Nomor 60, Desa Panjunan, Kecamatan Kota, Kudus, Paulus Andi, kue keranjang memiliki makna tersendiri.

Ia menjelaskan, kue keranjang memiliki tekstur yang lentur dan lengket. Karena lengket itu dimaknai untuk merekatkan persaudaraan.

Produsen kue keranjang ramai dikunjungi pembeli. (MURIANEWS/Dian Utoro Aji)

Sehingga tak heran jika kue keranjang dibagikan kepada sanak saudara.

“Kue keranjang itu kan lengket. Ini berarti bahwa mempererat, merekatkan persaudaraan kita semua,” ujar pemilik toko kue keranjang generasi kedua ini.

Sementara dikutip dari berbagai sumber, di China terdapat kebiasaan saat Imlek untuk terlebih dahulu menyantap kue keranjang sebelum menyantap nasi, sebagai suatu pengharapan agar dapat selalu beruntung dalam pekerjaannya sepanjang tahun.

Selain itu, bentuknya yang bulat bermakna agar keluarga yang merayakan Imlek dapat terus bersatu, rukun dan bulat tekad dalam menghadapi tahun yang akan datang.

Kue keranjang juga disebut Nian Gao atau Ti Kwe yang mendapat nama dari wadah cetaknya yang berbentuk keranjang.

Kata Nian sendiri berrati “tahun” dan Gao berarti “kue” yang pelafalannya juga terdengar seperti kata “tinggi”.

Oleh sebab itu kue keranjang sering disusun tinggi atau bertingkat, yang memberikan makna peningkatan dalam hal rezeki atau kemakmuran. 

Paulus juga mengatakan, peminat kue keranjang tahun ini saat Imlek terbilang ramai. Di tahun ini saja ia sudah memproduksi kue keranjang sebanyak tiga ton.

“Kue keranjang yang kami buat dari tepung ketan, gula dan perasa” jelasnya.

Lanjutnya, bahwa kue keranjang itu memiliki beberapa varian. Yakni rasa cokelat, vanila, pandan dan prambos. Untuk paling dicari adalah rasa cokelat.

“Sejak kemarin satu bulan sebelum Imlek hingga nanti saat Cap Go Meh. Itu masih banyak yang cari kue keranjang,” jelasnya.

Menurutnya, banyak pembeli datang ke tokonya yang sudah berdiri sejak puluhan tahun itu. Mereka datang dari, Kudus, Pati, bahkan ada yang dari Semarang.

Untuk satu kilogram kue keranjang dipatok dengan harga Rp 38 ribu. Di tokonya itu, kue keranjang tersedia mulai dari seperempat kilo hingga persatu kilo.

“Tergantung yang pembeli, mau membeli berapa,” tandasnya.

 

Reporter: Dian Utoro Aji
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...